Home / Indeks / 10 Jaksa Tangani Berkas Dugaan Hoax Ratna Sarumpaet

10 Jaksa Tangani Berkas Dugaan Hoax Ratna Sarumpaet

Jumat 09 Nov 2018 , 12:28 WIB

Jakarta-Berkas perkara tersangka Ratna Sarumpaet atas kasus dugaan ujaran kebencian atau Hoaxs telah diterima Jaksa Penuntut pada Kejakaaan Tinggi DKI Jakarta dari penyidik Polda Metro Jaya, pada Kamis, 8 Nopember 2018.

“Berkas telah kami terima atas nama RS (Ratna Sarumpaet) dari penyidik Polda Metro Jaya, Kamis 8 Nopember kemarin,” kata Kapuspenkum, DR Mukri di Kejagung, Jakarta.

Berkas diterima pihaknya sebagai tinda lanjut dari SPDP yang diterima kejati DKI dari Polda Metro Jaya pada 8 Oktober 2018 lalu. Selanjutnya tim Jaksa akan meneliti berkas tersebut.

Terpisah Kasiepenkum Kejati DKI Jakarta, Nirwan Nawawi mengatakan pihaknya akan menyiapkan 10 orang jaksa untuk meneliti dan mendakwa terhadap yang bersangkutan. Adapun koordinator Jaksa tersebut kepala seksi (kasi).

“Adapun 10 Jaksa itu, diantaranya Jaksa Yuniar, Agus, Payaman, Rahimah, Astuti, Hartawan, Reza, Ispandi Dan Rioniyuli,” ucap Nirwan.

Dia menjelaskan, sesuai ketentuan Pasal 138 KUHAP, jaksa melakukan penelitian berkas perkara terkait pemenuhan syarat formil maupun materiilnya, saat dalam persidangan di Pengadilan.

“Penelitian berkas itu guna pembuktian dalam pemenuhan unsur sebagaimana yang pasal yang disangkakan dalam berkas perkara,” ujar dia.

Untuk diketaui Kejati DKI Jakarta telah menerima SPDP atas nama inisial RS (Ratna Sarumpaet) Nomor: B/20576/X/RES. 1.24/2018/Datro, tertanggal 3 Oktober 2018 pada Senin (8/10) kemarin.

SPDP itu mempersangkakan Ratna terkait tindak pidana menyampaikan berita bohong melalui media sosial yang diatur Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45A (2) dan atau Pasal 35 juncto Pasal 51 ayat (1) Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Kemudian dijerat Pasal 14 dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Kasus dugaan hoax berawal dari beredarnya kabar yang menyebutkan Ratna Sarumpaet menjadi korban pengeroyokan sejumlah orang tidak dikenal di sekitar Bandara Husein Sastranegara Bandung Jawa Barat pada 21 September 2018.

Ratna mengaku dianiaya sejumlah orang usai menghadiri pertemuan internasional bersama dua rekannya warga negara asing saat menuju Bandara Husein Sastranegara.

Namun, aparat kepolisian menyatakan tidak menemukan fakta, saksi maupun informasi terkait penganiayaan yang dialami Ratna Sarumpaet.

Kemudian Ratna memohon maaf lantaran telah menyampaikan kebohongan terkait dengan informasi pengeroyokan tersebut.

Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan tersangka dan menangkap Ratna saat akan terbang ke Chili di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang Banten pada Kamis 4 Oktober 2018. (Edo)

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*