Home / Ekonomi / 171.660 Ton Jagung Akan Diimpor Oleh Pemerintah

171.660 Ton Jagung Akan Diimpor Oleh Pemerintah

Minggu 18 Feb 2018 , 19:54 WIB

Jakarta – Pemerintah Tahun ini Akan mengimpor jagung sebanyak 171.660 ton. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 21 Tahun 2018 tentang Ketentuan Impor Jagung. Dalam aturan tersebut disebutkan jagung dapat diimpor untuk memenuhi kebutuhan pangan, pakan, dan bahan baku industri.

Dirjend Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan mengatakan, 171.660 ton sudah disetujui Kemendag. Rencananya impor tersebut untuk kebutuhan industri dalam negeri bagi lima perusahaan pemilik Angka Pengenal Importir Produsen (API-P).

“Total PI yang sudah keluar tahun 2018 sebanyak 171.660 ton untuk lima perusahaan,” ujar Oke, Minggu (4/2/2018).

Selanjutnya dijelaskannya, impor jagung untuk pemenuhan kebutuhan pangan hanya dapat dilakukan oleh Perum Bulog dan perusahaan pemilik API-P. Sementara impor jagung untuk bahan baku industri hanya bisa dilakukan oleh perusahaan pemegang API-P.
Sedangkan, untuk kebutuhan pakan hanya bisa dilakukan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) yang ditugaskan pemerintah.

“Jagung yang diimpor oleh perusahaan pemilik API-P hanya dapat digunakan sebagai bahan baku atau bahan penolong untuk kebutuhan proses sendiri dan dilarang untuk diperdagangkan atau dipindahtangankan kepada pihak lain,” jelasnya.

Untuk mendapatkan persetujuan impor tersebut, perusahaan pemilik API-P harus mengajukan izin secara elektronik, dengan melampirkan API-P, dan Pemberitahuan Impor Barang (PIB).
Selain itu, juga bukti penguasaan tempat penyimpanan dan surat pernyataan dari pemohon yang mencantumkan kapasitas produksi industri berbahan baku jagung. Saat ini, impor jagung tidak lagi memerlukan rekomendasi dari Kementerian Pertanian (Kementan). (red)

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*