Home / Headline / Kapolres Metro Bekasi Kota Dimutasi

Kapolres Metro Bekasi Kota Dimutasi

Jumat 03 Feb 2017 , 23:53 WIB
Kombes Umar Surya Fana

Jakarta – Kapolri Jenderal Tito Karnavian memutasi sejumlah jabatan dari Perwira menangah, hingga perwita tinggi. Salah satu yang menjadi perhatian serius adalah Kapolres Metro Kota Bekasi Kombes Pol Umar Surya Fana dimutasi menjadi Kaprodi S1 Hukum Kepolisian Ditprog Sarjana STIK Lemdiklat Polri.

Umar, panggilan Kombes Umar Surya Fana, disinyalir sudah lama akan dimutasi dari orang nomor satu di Mapolres Metro Bekasi Kota. Namun, bila dimutasi dengan cepat akan menjadi perhatian berbagai khalayak. Umar adalah salah satu orang yang mendapat teguran dari Kapolri atas intruksinya pada bulan Desember dengan menggunakan pedoman Fatwa MUI agar setiap perusahaan, dan pertokoan di Kota Bekasi tidak memaksakan para karyawannya yang beragama muslim agar tidak dipaksakan menggunakan atribut Natal.

Mutasi Kombes Umar Surya Fana itu tertuang dalam salinan surat telegram Kapolri Nomor ST/262/II/2017, Jumat (3/2/2017). Selanjutnya, Kapolres Metro Bekasi Kota akan diisi Kombes Hero Henrianto Bachtiar. Hendro sebelumnya menjabat Direktur Poloair Polda Metro Jaya.

Sementara itu, posisi Dir Polair yang ditinggalkan Hero akan diisi Kombes Iwan Rachmansyah.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan mutasi sejumlah perwira tinggi dan menengah tersebut merupakan kebutuhan organisasi.

“Ini bagian dari kebutuhan organisasi dan penyegaran bagi suatu organisasi, suatu unit kerja,” kata Martinus di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan hari ini.

Sebelumnya, Kapolres Metro Bekasi Kota dan Kapolres Kulonprogo membuat surat edaran yang isinya terkait fatwa MUI mengharamkan pemakaian atribut nonmuslim. Akibat pernyataan itu Kedua kapolres itu ditegur keras oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

“Saya tegur keras Polres Metro Bekasi Kota dan Polres Kulonprogo karena mereka mengeluarkan surat edaran seperti yang difatwakan MUI,” kata Tito, di sela acara diskusi di Universitas Negeri Jakarta, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (19/12/2016).

Ditegurnya dua Kapolres itu bukan tanpa alasan. Tito menegaskan, bahwa fatwa MUI bukan rujukan hukum positif atau hukum yang berlaku saat ini di suatu negara. Dia pun meminta surat edaran itu dicabut.

“Sekali lagi, fatwa MUI bukan menjadi rujukan bagi hukum positif kita. Saya suruh cabut surat edaran itu,” ujar Tito.

Sebelumnya, Polres Bekasi mengeluarkan surat edaran kamtibmas ke sejumlah pengusaha di Bekasi terkait fatwa MUI itu. Para pengusaha diimbau untuk menghormati fatwa MUI tersebut.

Surat bernomor B/4240/XII/2016/Restro Bekasi Kota, tertanggal 15 Desember 2016, itu ditujukan kepada para pemimpin perusahaan di Bekasi. Surat yang ditandatangani oleh Kapolres Kombes Umar Surya Fana itu sebetulnya merupakan penjabaran dari fatwa MUI No 56 Tahun 2016 tanggal 14 Desember tentang hukum menggunakan atribut nonmuslim bagi umat muslim.

Surat tersebut juga merujuk kepada UU RI No 2 Tahun 2002 tentang Polri dan Kirsus Sqt Intelkam Polres Metro Bekasi Kota bernomor R09/Kirsus/XII/2016/SIK tanggal 14 Desember 2016 tentang Pengamanan Natal dan Tahun Baru 2016/2017.

Adapun dalam surat tersebut, Kapolres mengimbau:

1. Agar pimpinan perusahaan menjamin hak beragama umat muslim dalam menjalankan agama sesuai keyakinannya, tidak memaksakan kehendak untuk menggunakan atribut keagamaan nonmuslim kepada karyawan/karyawati muslim.

2. Agar pimpinan perusahaan menjamin hak beragama umat Hindu, Buddha, Konghucu serta keyakinan lain dalam menjalankan agama sesuai keyakinannya, tidak memaksakan kehendak untuk menggunakan atribut keagamaan selain agamanya kepada karyawan/karyawati.

3. Tidak memberikan sanksi dalam bentuk apapun terhadap karyawan/karyawati yang tidak menggunakan atribut yang bernuansa Natal dan tahun baru.

Kombes Umar adalah perwira menengah di Mabes Polri yang memiliki karir jabatan moncer, beberapa jabatan strategis pernah dipegangnya, antara lain menjabat Kapolsek Sawah Besar, Wakapolres Metro Jakarta Pusat, selanjutnya Kepala Subdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim. Umar naik pangkat dari bunga dua menjadi bunga tiga. Selanjutnya, pada 22 Juli 2016, Umar didapuk menjabat Kapolres Metro Bekasi Kota, menggantikan Kombes Pol. Heri Sumarji. Umar hanya 6 bulan kurang memimpin Mapolres Metro Bekasi Kota. (Edo)

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*