Home / Indeks / Adi Toegarisman Pensiun Jadi Jampidsus, Jaksa Agung Yakin Ada Tugas Besar Menunggu

Adi Toegarisman Pensiun Jadi Jampidsus, Jaksa Agung Yakin Ada Tugas Besar Menunggu

Senin 02 Mar 2020 , 22:14 WIB

Jakarta-Jaksa Agung Burhanuddin menghaturkan ucapan terima kasih atas didikasi dan tanggungjawab Adi Toegarisman selama berkarir di Korps Adyakhsa, dengan jabatan terakhir sebagai Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung (JAM Pidsus).

Adi yang ketika itu sedang semangat menangani kasus besar Jiwasraya yang ditaksir merugikan negara triliunan rupiah itu harus dia tinggalkan, pasalnya pria berdarah Madura itu pada akhir Februari telah purna tugas alias pensiun genap diusia 60 tahun dengan karir tertinggi eselon I-A.

Oleh Jaksa Agung Burhanuddin, sejak dijabat oleh Adi Toegarisman bidang satuan kerja Pidsus nomor satu, dan terbaik sebagai zona integritas dengan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dari Kementerian PAN-RB.

“Keterbukaan meberikan arahan kepada teman-teman di Pidsus di bawah Pak Adi begitu cemerlang. Pidus number one, dan Pak Adi sudah membuktikannya,” ucap Burhanuddin saat acara Pengantar Purna Tugas Adi Toegarisman di Kejagung, akhir Februari lalu.

Burhanuddin pun yakin, meski berakhir masa kerja di Kejaksaan RI namun Ia yakin sosok Adi Toegarisman akan banyak tugas yang sedang menantinya. Seperti pengalaman Burhanuddin ketika pensiun sebagai Jamdatun pada 2014 silam.

“Saya yakin akan banyak tugas yang akan datang kepada Bapak. Saya merasakan itu setelah saya selesai dari Kejagung (Pensiun). Dengan  profesioanal Bapak, integritas Bapak, dengan kemampuan Bapak, tugas kedepan Pak Adi akan lebih banyak,” ujar Burhanuddin.

Seperti diketahui acara pengantar purna tugas Adi Toegarisman yang dilakukan pada 28 Februari 2020, begitu luar biasa, sederhana namun menawan saat pelepasan sosok pria kelahiran Bangkalan, 28 Februari 1960 ini. Betapa tidak, dari Jaksa Agung hingga para Jaksa Agung Muda dan pejabat eselon I dan II di lingkungan Kejagung hadir sejak awal hingga selesainya acara. Begitu juga Ketua Umum Ikatan Adyhaksa Darmakarini (IAD) Kejaksaan dan pengurus lainnya.

Lantaran begitu terpesonanya acara itu, Adi Toegarisman bersama Istrinya Indah Sulistiyowati pun didapuk untuk memberikan pencerahan pesan dan kesan dalam acara tersebut.

“saya memahami maksud dan tujuan dari acara ini. Kalaupun diantara kita hubungan batin kita tidak pernah lekat, tapi saya sama sekali dan keluarga bangak trimakasih yang setinggi-tingginya. Sepengetahuan saya acara ini kali pertama dilakukan pejabat seperti saya. Saya juga meminta ketika tiba waktunya nanti Pak Wakil Jaksa Agung, Pak Jamwas pun nanti.dirayakan seperti saya juga,” ungkapnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Kapuspenkum Kejagung dan Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau ini pun memuji panitia yang mengelar acara pelepasan purna tugas buatnya, tak luput dia pun menyampaikan terimakasihnya juga kepada istri Jaksa Agung selaku Ketua Umum IAD dan pengurus lainnya.

“Atas perhatian kepada kami dan keluarga, kepada Ibu Ketua Umum IAD kami mengucapakan trims atas petunjuk dan arahannya, sehingga kami dapat terlibat, harapan kami tidak lepas begitu saja, karena jauh sebelum itu kami sudah kenal Ibu. Mewakili istri, saya sampaikan terima kasih kepada jajaran IAD dan mohon maaf sebesarnya bila banyak kekurangan. Mohon maaf sebesarnya-besarnya. Demikan bapak Jaksa Agung,” ujar dia.

Usai sambutan Adi pun menyanyikan lagu Batak yang kerap dia lantunkan setiap ada kegiatan di satuan kerja Ia pimpin. Meski berdarah Madura, namun Adi begitu mahirnya lagu-lagu hits dari suku batak dibawakannya, pasalnya sejak bertugas di Bandung, Ia pun diangkat sebagai anak dari suku Batak dan dinobatkan bermarga Pasaribu.

Tak Hanya Adi yang tampil membawakan lagu Batak, Jaksa Agung Burhanuddin pun di ajak naik keatas panggung oleh artis senior Yuni Shara. Didepan Ketua Umum IAD Sruningwati Burhanuddin dan Wakil Jaksa Agung Arminsyah dan para JAM, Jaksa Agung pun berduet bersama Yuni Shara untuk membawakan lagu yang kerap dinyanyikan Admesh Kamaleng berjudul cinta luar biasa. Tak ayal duet tersebut membawa suasana semakin semarak, dengan kedua bintang diatas panggung tersebut.

Kini pengabdian Adi di intitusi penegak hukum telah usai, namun semangat untuk berkarya demi bangsa akan terus dia lakukan, meski pasca pensiun ini dia belum menentukan langkah selanjutnya, apakah sebagai dosen, pengacara, politisi atau lainnya.

“nga kesana-sana dulu, nantilah, saya belum menentukan, tunggu saja ya kawan-kawan,” kata Adi yang dikenal luwes dengan insan wartawan yang kerap meliput di Kejagung.

Selanjutnya penganti Adi untuk meneruskan kerja-kerja penegakan hukum di Gedung Bundar, tempat Pidsus bekerja, Jaksa Agung Burhanuddin menunjuk Ali Mukartono sebagai Jampidsus yang baru. Pelantikan digelar di Sasana Baharuddin Lopa, Komplek Kejaksaan Agung, pada Jumat, 28 Februari 2020 itu.

Adi oleh kawan-kawan seangkatannya dikenal sebagai sosok yang berani, cerdas dan memiliki loyalitas yang sangat tinggi kepada Korps Adhyaksa, Bangsa dan NKRI juga penegakan hukum dalam hal pemberantasan korupsi. Segudang tugas dan tanggung jawab, sebagai Jaksa telah dilaluinya.

Diawali sebagai staf tata usaha pada Kejari Pontianak, Kalimantan Barat pada Tahun 1988. Kepala Seksi Intelijen Kejari Bandung tahun 1998. Kemudian karir Ayah dari 2 orang anak ini moncer pernah jadi Kepala Kejari Sumbawa Besar, NTB. Kemudian, dia juga pernah menjadi Direktur Penyidikan pada Jampidsus, Kapuspenkum dan Kepala Kejati DKI.

Bagi dia, penegakan hukum tak boleh lari dari hakikatnya, kepastian hukum yang dilakukan juga harus bermanfaat bagi masyarakat. Jika tak bermanfaat bagi masyarakat, menurut almuni Sarjana Hukum Universitas Surabaya (Unes) ini, akan sia-sialah penegakan hukum.

Adi yang meraih gelar Doktor Hukum dari Universitas Padjajaran (Unpad), mengatakan sangat menekankan kemanfaatan hukum bagi masyarakat. Sebab, jaksa dalam prosesnya harus bermoral pada hakikat, dan hakikat itu perwujudan cita-cita.

“Maka, setiap kita sedang melaksanakan tugas penegakan hukum, harus terpikir oleh kita, apakah yang kita lakukan itu telah menampilkan kepastian hukum? Apakah juga telah mewujudkan keadilan? Kemudian juga harus bertanya, apakah sudah bermanfaat untuk masyarakat?” tutur Adi Toegarisman.

Memasuki Masa purna tugas, Adi yang sebelumnya menjadi Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung (Jamintel) menyampaikan, bahwa purna tugas bukanlah akhir dari pengabdiannya.

Dia mengakui, Korps Adhyaksa adalah rumah yang melahirkan dan membesarkannya untuk mengabdi penegakan hukum di Republik Indonesia.

“Purna tugas bukan akhir pengabdian pada negeri, terus berkarya sepanjang masa,” tandasnya.

Pelepasan purnatugas Adi juga berlanjut, jajarannya pun melakukan Kegiatan Out Bond, yang berlangsung di Bogor, Jawa Barat, Sabtu 29 Februari 2020. Selamat berkarya kembali Pak Adi, sahut jajarannya saat melepasnya ke pintu gerbang Kejaksaan Agung…(Edo/Red)

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*