Home / Headline / Arminsyah: Konfrensi Asean Di Brunai Bahas Soal Cybercrime

Arminsyah: Konfrensi Asean Di Brunai Bahas Soal Cybercrime

Selasa 14 Agu 2018 , 14:57 WIB

Jakarta-Tingginya kejahatan terhadap anak, narkoba dan masalah cyber crime, menjadi pokok pertemuan antara pihak pemerintah Indonesia dengan Brunei Darussalam disela-sela acara Konfrensi se-Asean plus China yang ke-11 di Brunai Darussalam, dari 13-15 Agustus 2018.

Wakil Jaksa Agung Arminsyah yang hadir dalam konferensi itu mengatakan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk melawan dan memberikan penguatan dan dukungan terhadap Kejaksaan dalam penanganan kasus cyber crime.

“adanya akses internet yang semakin meningkat dan ini sangat diimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan, cyber sering  disalahgunakan oleh pelaku kejahatan untuk kejahatan lain seperti terorisme,” ucap dia, dalam keterangan tertulis, Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Lanjutnya, untuk itu Brunai harus siap dengan adanya kemajuan teknologi ini, pasalnya kekerasan dalam komputer perlu diantisipasi oleh APH dan sangat penting adanya kerma seluruh APH baik di Asean maupun dunia dan harus siap serta  diupayakan untuk perang terhadap cyber crime.

“selain itu AG Brunai menyatakan bahwa peraturan saja tidak cukup dan teratur benar dan mengarah pada cyber crime, saat ini banyak dilakukan pertemuan,” papar dia.

Lebih jauh kata dia, konfrensi dan workshop tentag cyber crime baik di yang diadakan oleh Singapura maupun Indonesia agar APH bisa belajar tangani kasus cyber crime. Saat ini cyber banyak disalahgunakan oleh teroris, dengan adanya konfrensi ini diharapkan para APH khususnya Kejaksaan dalam melakukan penuntutan cyber crime lebih fokus dan terarah.

Dalam sambutan Opening Remark yang disampaikan Menteri pada kantor PM Dato Seri Setia Haji Awang Abdul Mokti bin Haji Mohammad Daud teknologi cyber sering  disalahgunakan oleh teroris dan extremis. Cyber crime dipakai untuk propaganda  kejahatan. Negara, harus waspada terhadap cyber crime sebab ada info yang tidak benar dan ada kejahatan yang berpengaruh pada keamanan nasional.

“kerena antara APH sangat penting, perlunya memerangi Cyber crime, perlunya memperkuat keamanan terhadap internet yang disalahgunakan, Brunai berinisiatif memperkuat peraturan tentang cyber crime, memperkuat kerena dengan fokus working grup pada cyber crime, pentingnya kerena dengan PBB, dan Interpol,” ucapnya.

Mereka menekankan, untuk Cyber crime, umumnya yang jadi masalah tentang Gakkum cyber crime adalah tentang yurisdiksi negara dan ini perlu dicarikan solusi berupa dan koordinasi yang sangat kuat dan berkesinambungan.

Sementara itu Kapuspenkum M. Rum mengatakan disela acara The 11 China Asean Prosecutor General Conference Enhancing Capabalities and Cooperation in Addressing Cybercrime, Duta Besar Indonesia untuk Brunei mengapresiasi pembahasan tentang cyber crime yang diadakan oleh Kejaksaan Brunai dan juga tentang kasus narkoba di Indonesia dan hub dengan adanya WNI kerjasama dengan WN Brunai menyangkut kasus narkoba.

“Kemudian Dubes juga meminta pada Menkominfo untuk menutup blog yang tidak benar dan menyesatkan,” ujar Rum menambahkan.

Rum juga menyampaikan pada kesempatan tersebut Wakil Jaksa Agung Arminsyah ikut dalam kegiatan itu menyampaikan bahwa ketidak hadiran Jaksa Agung di acara tersebut, lantaran adanya kesibukan di Indonesia.

“Selain itu Dubes juga membahas ttg buruh migran, WNI di Brunai terlibat kasus antara lain kasus  pembunuhan, kasus selundupkan rokok, kasus buang sampah, kasus narkoba dengan modus dititipkan bersama orang Brunai,” ujar dia.

Dari catatan yang ada sampai saat ini ada 34 WNI yang terlibat kasus di Brunai dan sampai saat ini ada 300 WN Brunai yang terlibat kasus, di KBRI ada shelter WNI sebanyak 24 orang khususnya yang melalui proses pengiriman tidak prosedural.

“adapun jumlah WNI di Brunai yang didata oleh KBRI ada 83 ribu dari jumlah penduduk Brunai 423 ribu, dan saat ini KBRI sedang menggagas adanya MoU antara Brunai dan Indonesia tentang  penempatan TKI dan perlindungan TKI, pertemuan diakhiri dengan melihat shelter penampungan buruh migran di KBRI dan foto bersama di depan KBRI,” papar dia.

Hadir pada kegiatan itu, Wakil Jaksa Agung RI Dr.Arminsyah didampingi Jam Pidum Dr. Nur Rochmad dan Karo Hukum dan Hub Luar Negeri Darmawel Aswar. (Red)

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*