Home / Indeks / Baru Daftar Calon Akpol Upss Nekat Palsukan Ijazah

Baru Daftar Calon Akpol Upss Nekat Palsukan Ijazah

Thursday 12 Apr 2018 , 18:09 WIB

Jakarta – Subdit III Resmob pada Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya (PMJ) mengungkap pemalsuan ijazah tingkat SMA dan kartu keluarga (KK) oleh calon peserta seleksi penerimaan anggota Polri tahun angkatan (TA) 2018 di PMJ.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, saat ini Biro SDM Polda Metro Jaya tengah menerima calon siswa bintara dan calon Akademi Kepolisian (Akpol).

“Kini sedang tahap pengerjaan administrasi yang berkaitan dengan legal. Ada ijasah, ada kartu keluarga dan sebagainya,” ujarnya di halaman Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Kamis (12/4/2018).

Argo menuturkan, awalnya salah satu calon Akpol yang kini tersangka berinisial MRF (20) dan berstatus mahasiswa ingin masuk Akpol di Polda Metro Jaya.

Namun nilai ijazah SMA tersangka dibawah rata-rata. Tersangka lalu meminta bantuan tersangka P yang saat ini berstatus daftar pencarian orang (DPO), yang merupakan senior MRF di Universitas Trisakti untuk membuat ijazah palsu berikut transkrip nilai yang telah dipalsukan.

“Karena nilainya kurang akhirnya diubah. Contoh nilai matematika aslinya 4 kemudian diganti 7. Biologi nilainya 5 diganti 8,” katanya.

Dengan diubahnya nilai rata-rata tersebut, tersangka MRF memenuhi syarat seleksi penerimaan Akpol. “Saat calon siswa Akpol MRF melakukan verifikasi data di Biro SDM PMJ, ternyata ijazah SMU tersebut palsu,” terang Argo.

Selain itu, Polda Metro Jaya juga menangkap perempuan berinisial S dan RS yang diduga memalsukan kartu keluarga (KK) salah satu calon peserta bintara Polri milik Vira Paranagari

Dikatakan Argo, awalnya Vira ingin mendaftar pendidikan Bintara Polri di PMJ. Namun domisili Vira berasal dari Bogor, Jawa Barat.

Lalu tersangka S yang merupakan tetangga keluarga Vira menawarkan jasa mutasi kepindahan alamat ke Jakarta Selatan. Tersangka S lalu meminta RS yang bekerja dipercetakan membuat KK.

KK tersebut lalu diubah tahun pembuatannya menjadi 2016, yang mana merupakan salah satu persyaratan mendaftar sekolah calon Bintata Polri harus berdomisili 2 tahun di daerah tersebut.

“Tersangka S lalu memberikan Rp150 ribu kepada tersangka RS untuk biaya. Keduanya lalu kita tangkap dan diperiksa kemudian kita lakukan penahanan,” ujarnya.

Argo pun menghimbau kepada masyarakat yang ingin mengabdi di Korps Bayangkara agar mempersiapkan diri, baik pengetahuan maupun keterampilan dan mengikuti peraturan Polri.

“Kedepan bila ditemukan lagi pemalsuan (syarat administrasi) akan kita proses hukum,” tegasnya.

Panitia seleksi penerimaan anggota Polri tahun angkatan (TA) 2018 di PMJ pun mencoret keikut sertaan Vira Paranagari dan tersangka MRF dari daftar peserta. (Jul)

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*