Home / Headline / Bayu Bekas Manager Pertamina Hulu Masuk Bui, Karen Kapan?

Bayu Bekas Manager Pertamina Hulu Masuk Bui, Karen Kapan?

Kamis 09 Agu 2018 , 03:07 WIB

Jakarta-Sekitar 7 bulan berkeliaran, akhirnya Bayu Kristanto, bekas Manager Merger & Acquisition (M&A) Direktorat Hulu PT. Pertamina akhirnya dijebloskan ke penjara, Rabu (8/8/2018) malam. Terkait kasus kasus dugaan korupsi penyalahgunaan investasi di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia tahun 2009 dengan kerugian negara di taksir sebesar Rp568 milyar.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, M Adi Toegarisman mengatakan penahanan terhadap bersangkutan selama 20 hari kedepan. Status tersangka Bayu berdasarkan Nomor: TAP-06/F.2/Fd.1/01/2018 tanggal 23 Januari 2018.

“Tersangka ditahan di Rutan Kejagung, hingga 20 hari kedepan,” ujar dia.

Peran Bayu, kata Adi karena pengambil keputusan, awal dimulainya investasi di BMG Australia, tersebut. Seharusnya, proses itu diawali dari hasil penelitian due dilligent. Namun tanpa adanya prosesnya itu, tetap dijalankan.

“Dia yang pertama memproses akusisi itu. Seharusnya harus ada due dilligent dulu, bentuk badan penelitian dulu untuk diteruskan tapi itu dilanggar aja sehingga proses itu berjalan,” ujar dia.

Padahal, menurut Adi sesuai posisinya sebagai manager M&A tersangka Bayu harus memenuhi ketentuan, bagaimana dia harus memproses penawaran tentang penjualan aset ke ROC Oil Ltd untuk menggarap blok BMG.

“tapi diteruskan dan terjadilah. Tapi ternyata tidak ada apa-apanya kosong,” ungkapnya.

Sementara usai pemeriksaan 9 jam oleh penyidik Jaksa Pidsus Kejagung, Bayu sebelum diseret ke jeruji sel mengaku dirinya korban dari investasi BMG Australia tahun 2009 itu. Dia menuding bahwa pelakunya adalah Karen Agustiawan. Sebagai mana diketahui saat itu Direktur Pertamina di pegang oleh Karen Agustiawan, Karen sendiri dalam kasus ini telah berstatus tersangka.

“Jadi pelaku yang sesungguhnya itu adalah Karen itu. Dia yang menjual aset tetapi nilainya Investasi nol, yang memutuskan Karen,” kesal Bayu.

Dengan mengunakan rompi merah jambu, Bayu menilai bahwa Karen mengakusisi saham sebesar 10% terhadap ROC Oil Ltd untuk menggarap blok BMG, dengan harapan blok BMG itu bisa produksi minyak sebanyak 812 barrel perhari, ternyata malah ditutup dan berhenti memproduksi minyak, sehingga saham 10% tersebut dijual dengan nilai nol, artinya tidak ada yang membeli. Dampaknya, BUMN Pertamina rugi hingga Rp568 miliar.

Dia meminta agar jaksa penyidik mengembangkan perkara itu dan mengarap Karen, mantan sang bosnya. Karen, kata dia belum pernah digarap jaksa penyidik.

“Periksa itu Karen,” singkat Bayu dengan lantangnya.

Disinggung kapan Karen diperiksa, Adi menjawab diplomatis. “Biarkan proses itu berjalan,” singkat Jampidsus. (Red/Edo)

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*