Home / Headline / Bidik Tersangka Investasi Blok Basker Pertamina, Jaksa Garap Bekas Menteri Gita dan Umar Said

Bidik Tersangka Investasi Blok Basker Pertamina, Jaksa Garap Bekas Menteri Gita dan Umar Said

Jumat 06 Okt 2017 , 09:39 WIB

 

Jakarta-Belum tetapkan tersangka, Jaksa penyidik gedung bundar garap dua orang bekas Menteri yaitu Gita Irawan Wirjawan dan Umar Said, di kasus dugaan korupsi penyalahgunaan investasi di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia tahun 2009. Selain itu Humaya Bosha, ketiganya merupakan Komisaris di perusahaan plat merah tersebut. Setelah sebelumnya bekas Dirut Pertamina (Persero) Karen Galaila Agustiawan, pun diperiksa di kasus ini.

“Belum ada tersangkanya ya,” singkat Direktur Penyidikan pada JAM Pidsus, Warih Sadono di Jakarta, Kamis (5/10/2017) malam.

Dalam pemeriksaan Karen pada Senin 2 Oktober 2017 menerangkan proses keputusan dalam pembelian besaran hak partisipasi (Participating Interest) oleh PT. Pertamina (Persero) di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia tahun 2009.

“Sedangkan saksi Humaya Bosha menerangkan mengenai proses persetujuan yang diberikan oleh Komisaris kepada Direksi PT. Pertamina (Persero) terkait dengan investasi di Blok Basker tersebut,” ujar Kapuspenkum Kejagung M. Rum.

Sementara, saksi Gita Irawan Wirjawan menerangkan mengenai proses persetujuan yang diberikan oleh Komisaris kepada Direksi PT. Pertamina (Persero) terkait dengan investasi di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia Tahun 2009.

“Untuk saksi Umar Said pun demikian disoal mengenai proses persetujuan,” ungkap Rum.

Kasus itu bermula PT Pertamina (Persero) pada tahun 2009, melalui anak perusahaannya PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melakukan akuisisi saham sebesar 10 persen terhadap ROC Oil Ltd.

Perjanjian jual beli ditandatangani pada tanggal 1 Mei 2009 dengan modal sebesar 66,2 juta dolar Australia atau senilai Rp568 Miliar dengan asumsi mendapatkan 812 barel per hari.

Namun, ternyata Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia pada tahun 2009 hanya dapat menghasilkan minyak mentah untuk PHE Australia Pty.Ltd rata-rata sebesar 252 barel per hari.

Pada 5 November 2010, Blok BMG Australia dinyatakan ditutup setelah ROC Oil Ltd, Beach Petrolium, Sojits, dan Cieco Energy memutuskan penghentian produksi minyak mentah (non production phase/ npp) dengan alasan lapangan tidak ekonomis. (Edo)

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*