Home / Lifestyle / Universitas Budi Luhur, Terapkan Kampus Merdeka

Universitas Budi Luhur, Terapkan Kampus Merdeka

Selasa 11 Feb 2020 , 00:47 WIB

Jakarta, Pitunews — Universitas Budi Luhur menerapkan kebijakan Kampus Merdeka, yang belum lama ini dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim.

“Bagaimana implementasi kampus merdeka itu ya adanya di kampus Budi Luhur. Cukup dilihat dari hal-hal yang sudah kami terapkan di kampus. Tak hanya mewujudkan Mahasiswa Merdeka tetapi juga Dosen Merdeka. Kurikulum lintas prodi yang dapat diambil oleh mahasiswa ditawarkan sebagai paket kompetensi yang dapat mereka pilih nantinya.” ujar Dr.Ir. Wendi Usino, M.Sc., MM, Rektor Universitas Budi Luhur, di acara ‘Kampus Merdeka itu Kampus Budi Luhur’ di Jakarta, Sabtu (8/2/2020) petang.

Memilih jurusan dalam perkuliahan itu sama seperti memilih pasangan hidup. Jika tepat pilihannya tentu saja akan menyenangkan ketika menjalaninya. Namun, tak sedikit dari para calon mahasiswa yang salah memilih jurusan ketika sedang menjalani masa studi. Entah karena pilihan orang tua atau sekedar ikut-ikutan temannya, tambahnya.

Mahasiswa merdeka artinya bebas untuk memilih kuliah sesuai hobi. Tentunya hal tersebut ditopang dengan kurikulum yang merdeka juga, sehingga mahasiswa dapat memiliki banyak keahlian diluar jurusan yang ia pilih. Tak berhenti sampai disitu, kebebasan memilih jadwal kuliah sesuai dengan kebutuhan mahasiswanya juga dapat terlaksanakan. Proses belajar pun juga dapat ditentukan oleh si mahasiswa sendiri. Kampus yang menerapkan blended learning ini memberikan kemudahan belajar bagi para mahasiswanya. Jadi, dimanapun, kapan pun, dan dalam kondisi apapun mereka tidak ketinggalan pelajaran.

Universitas Budi Luhur menawarkan sejumlah kesempatan bagi mahasiswanya untuk dapat mengembangkan diri baik di kampus negeri yang ada di Indonesia atau yang ada di luar negeri. Melanjutkan kuliah, magang, hingga pertukaran mahasiswa dapat menjadi pilihan yang menggiurkan bagi mereka. Tidak ada yang mustahil jika tidak berusaha dengan sungguh-sungguh, begitu pepatah mengatakan.

“Membuat skripsi tentunya bukan melulu tentang hal-hal buruk yang dialami selama masa pengerjaannya, tetapi bisa menjadi hal positif yaitu etos kerja untuk bisa bekerja lebih keras. Budi Luhur menawarkan lulus dengan alternatif skripsi, sehingga mahasiswa tidak terlalu terbebani oleh syarat kelulusan yang berupa pembuatan skripsi,” tutupnya. (Son)

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*