Home / Headline / Cemarkan Nama Baik HMI, Diam-Diam Pimpinan KPK Saut Situmorang Digarap Bareskrim

Cemarkan Nama Baik HMI, Diam-Diam Pimpinan KPK Saut Situmorang Digarap Bareskrim

Thursday 16 Jun 2016 , 13:52 WIB

Jakarta-Kepercayaan masyarakat terhadap Kepolisian dalam penegakan hukum sudah mulai terlihat dari tahun ke tahun. Hal itu nampak pula dengan diprosesnya Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang keranah hukum pidana umum, dalam kasus dugaan pencemaran nama baik organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Saut yang diam-diam mendatangi Bareskrim Mabes Polri pagi tadi sekira pukul 07.30 Wib, ternyata sudah digarap oleh penyidik Polisi. Pemeriksaan terhadap Saut, lebih cepat dari jadwal yang ditentukan penyidik sekira pukul 10.00 WIB. Mungkin, malu ditemui wartawan, diduga Saut masuk ke ruang penyidik lewat pintu belakang. Kemudian keluar dari pintu depan sekitar pukul 11.40 WIB.

Setelah kerumunan wartawan mencegatnya ditangga pintu depan kantor Irjen Ari Dono Sukmanto, pimpinan anti rasuah itu pun masih sempat ‘bergaya’ dengan melakukan salam komando sebagai bentuk pendekatannya kepada Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim, Kombes Umar Surya Fana, yang menangani kasus ini.

Disingung Soal diperiksa pagi hari dan masuk melewati pintu belakang dengan cara diam-diam, Saut pun membantahnya.

“Enggak rahasia, saya sudah dari jam delapan di sini,” singkat dia dengan terburu-buru masuk ke kendaraannya di Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Kamis (16/6/2016).

Saat disinggung materi pertanyaan saat pemeriksaan, Saut pelit berkomentar panjang. Dia, menyerahkan persoalan pemeriksaan kepada penyidik Polri yang menanganinya.

“Pokok maaterinya biar penyidik saja,” katanya.

Terpisah, Kombes Umar Surya Fana menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap Saut sebagai terlapor sejak pagi sejak pukul 08.00-11.00 WIB. Namun alasan pagi diperiksa Fana mengaku tak mengetahui.

“Jadi beliau memang datangnya pagi. Setengah 8 sudah ada. Masalah datang pagi kenapa alasannya saya tidak tahu. Pemeriksaan sudah kita laksanakan tadi dari mulai pukul 08.00WIB. Kemudian selesai kurang lebih pukul 11.00 WIB,” ujar Umar.

Soal materi pemeriksaan, Umar tak mau menjelaskannya. Namun, dia mengakui sudah koorporatif sebagai warga negara yang baik untuk datang memenuhi panggilan penyidik guna membuat terang apa yang menjadi laporan pelapor yakni PB HMI di Bareskrim.

“Pokok perkara saya enggak mau jawab.
(Soal naik sidik ke lidik kapan) Oh pokok perkara saya enggak mau ngomong,” ujar dia.

Terkait, sudah berapa saksi diperiksa penyidik, dia mengakui sudah banyak dari pelapo yang di periksa, termasuk ahli. Termasuk dewan pers. “Pokok perkara itu. (Ahli Dewan Pers) Sudah kita minta,” papar dia.

Terkait jumlah pertanyaan yang disodorkan penyidik kepada Saut, kata Umar ada sekitar 8 sampai 10 pertanyaan. Namun, apa saja isinya dia belum bisa menyampaikannya.

“Karena ini kan baru awal ya jadi belum ke pokok perkara. Yang jelas pertanyaanya hanya pertanyaan awal saja, belum masuk ke pokok perkara jadi kalau ditanya pokok perkara apa masih jauh. Kita masih dalam rangka pendalaman,” ungkap dia.

Sebab itu pihak belum bisa menyimpulkan ada atau tidaknya tindak pidana. “Nanti saya bilang pidana ternyata alat bukti tidak cukup. Saya bilang tidak ada ternyata ada, jadi masih jauh, masih dilakukan penyelidikan, untuk naik lidik (penyidikan) juga belum. Kita masih perlu gelar perkara dan sebagainya. Masih banyak yang kita lakukan,” papar dia.

Saat ini kata dia, penyidik masih pengumpulan alat bukti, sedangkan pokok perkara masih pengalaman. Karenanya Saut masih akan digali keterangannya. “Pasti bukan hanya sekali ini pemeriksaan.  Akan banyak nanti. Ada pemeriksaan lebih lanjut nanti,” tungkas dia.

Pemeriksaan terhadap Pimpinan KPK, kepolisian tak mengkhawatirkan akan ada gunjingan dari masyarakat. Hal itu ditunjukkan dengan kedatangan Saut ke Bareskrim.

“Tidak ada masalah kog, buktinya beliau datang kesini sebagai warga negara yang baik, sudah koodinasi sebelumnya itu menjawab pertanyaan tidak ada masalah siapapun yang diperiksa sepanjang secara formal alasan-alasan dan syarat formal terpenuhi. Buktinya beliau datang. Enggak ada masalah,” pungkasnya.

Dalam kasus ini PB HMI melaporkan Saut ke Bareskrim Polri. Pelapor adalah Ketua Umum PB HMI MPO, Muhammad Fauzi dengan tanda bukti lapor TLB/337/V/2016/Bareskrim dan nomor LP/479/V/2016/Bareskrim. Terlapor tercantum nama Thony Saut Situmorang.

Dengan didampingi sejumlah rekannya, Muhammad melaporkan Saut atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310 KUHP jo Pasal 311 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (Red/Edo)

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*