Home / Indeks / Chris Barnes mampir IIEF di UMY, AAI Ramai

Chris Barnes mampir IIEF di UMY, AAI Ramai

Sabtu 10 Mar 2018 , 01:40 WIB

 

Yogyakarta – Indonesia International Education Fair kembali dihelat di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Pameran pendidikan dan beasiswa pemerintah melalui kementristekdikti itu kerjasama Perhimpunan Pelajar Indonesia se Dunia (PPI Dunia) dengan Indonesia Global Education Network (IGEN).

Berbagai perguruan tinggi terbaik dari dalam dan luar negeri menyemarakkan acara yang digelar pagi tadi. Tak hanya dari Indonesia sebagai tuan rumah, ada beberapa negara seperti Australia, Jepang, Swedia, Irlandia, Thailand, Amerika Serikat, Inggris, Hongkong, Swedia dan masih banyak lagi.

Ribuan pengunjung mendatangai stand dari berbagai perguruan tinggi ternama. Mereka mencari informasi mengenai pendaftaran kampus, mengurus dokumen ijin tinggal hingga informasi detail terkait universitas terbaik.

Salah satu stand dari Australia Awards Indonesia menyambut baik pameran pendidikan dan beasiswa ini. Konsulat Jenderal Australia untuk area Jatim, Jateng dan DIY, Chris Barnes menyempatkan hadir langsung di booth AAI.

Chris juga berinteraksi langsung dengan pengunjung yang mencari informasi. Ia sangat senang dengan antusiasme pengunjung mencari tahu universitas di Australia.

“Beliau juga tak kalah antusias menjawab pertanyaan pengunjung seputar pendidikan di Australia,” kata salah satu penjaga stand AAI yang juga sebagai alumni, Ima Widyastuti, Jum’at (9/3/2018).

Dosen Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta ini tak sendiri dalam menjaga stand. Namun, ada tiga rekannya yang juga alumni AAI, yakni Hartono (Universitas Sanata Dharma), Faruq Abdul Haqi (UIN Surabaya) dan Yuki Rahmayanti (Sweet Sunde).

Koordinator Promosi Beasiswa Australia, Nuzulia Latifah mengatakan empat alumni AAI dan satu relawan (Andromeda dari Sweet Sunde)  turut menjaga stand dan membantu untuk memberi informasi terkait beasiswa dari Australia Awards Indonesia.

“Dengan aktif mempromosikan beasiswa dari pemerintah Australia ini,  diharapkan lebih banyak masyarakat Indonesia yang mengetahui keberadaan beasiswa ini dan bisa memanfaatkan secara maksimal,” katanya.

Banyak sekali pengunjung yang menanyakan persyaratan untuk mendapat beasiswa ini.

“Informasi yang paling sering dicari pengunjung adalah persyaratan untuk mendapat beasiswa, seperti IPK 2,9, Skor TOEFL 525 / IELTS 5,5 untuk S2. Sedang untuk S3, skor TOEFL  yang diminta adalah 550 atau IELTS 6,0,” katanya.

“Namun,  yang paling menarik adalah,  AAI tidak memberikan batasan usia untuk mendaftar dan berapa kali ikut mendaftar.  Jadi,  misal sekali gagal,  ya dicoba lagi,  tanpa ada batas maksimal, ” lanjut Mbak Ully,  sapaan akrab Nuzulia Latifah. (Dng)

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*