Home / Headline / Eva Kusuma : Tidak Berdaya Tidak Punya Modal Uang

Eva Kusuma : Tidak Berdaya Tidak Punya Modal Uang

Senin 19 Feb 2018 , 20:45 WIB

Sebagai partai politik yang mempelopori pendidikan politik bagi calon kepala daerah dan calon anggota legislatif, PDI Perjuangan pun masih dihadapkan pada sistem politik berbiaya tinggi sebagai sumber masalah dalam memastikan calon tak melakukan tindakan korup.

Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari, mengingatkan kembali pentingnya menata ulang sistem pemilihan di Indonesia yang berbiaya tinggi sehingga rentan terhadap perilaku korup.

Kata Eva Sundari, di sekolah partai PDIP, setiap calon kepala daerah maupun calon anggota legislatif diajarkan tentang pencegahan korupsi. Baik itu lewat pembangunan sistem elektronik dalam pemerintah, semisal e-budgeting, e-procurement, dan e-spending. Setiap calon juga diharuskan meneken pakta integritas untuk tidak menoleransi perilaku korup. Di perjanjian itu, tegas dinyatakan bahwa calon akan langsung dipecat jika terkena operasi tangkap tangan (OTT).

“Tapi kan begitu keluar dari sekolah partai, mereka dihadapkan pada biaya pemilihan yang tinggi. Pada titik itu, situasi yang melingkupi kerap menjebak untuk terjadinya korupsi,” kata Eva Sundari, Senin (19/2).

Bagi pihaknya, sistem pemilihan yang berbiaya tinggi juga merusak kaderisasi, baik di pilkada maupun di pemilu legislatif. Para kader yang mendapat skor tinggi saat pendidikan, tidak berdaya ketika bertarung di lapangan jika tidak punya modal uang.

“Jadi memang kondisi akan bertambah parah jika ada partai politik yang bermain mahar politik. Wong ongkos operasional tanpa mahar saja sudah tinggi,” ujarnya.

Maka itu pula, lanjutnya, PDI Perjuangan lebih leluasa untuk melakukan seleksi calon dengan cukup ketat, dibanding parpol lain di Indonesia. Walau kadangkala, ada subyektivitas tertentu yang dipakai oleh petinggi PDIP ketika menentukan calon.

“Tapi ketika sistem pemilihan itu masih berbiaya tinggi, kapanpun potensi korupsi oleh calon kepala daerah itu, khususnya petahana, akan tetap terbuka,” kata Eva. (red)

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*