Home / Headline / Gandeng KPK, Fadjroel Rachman Gulirkan Adhi Karya Bersih Korupsi

Gandeng KPK, Fadjroel Rachman Gulirkan Adhi Karya Bersih Korupsi

Sabtu 14 Nov 2015 , 04:00 WIB

Jakarta — Komisaris Utama (Komut) PT Adhi Karya, Fadjroel Rachman, mengaku sedang mencanangkan program Adhi Karya bersih dari tindak pidana korupsi untuk mengembalikan kepercayaan dan citra perusahaan Badan Usaha Milik Negara di bidang konstruksi ini.

“Saya selama sebulan ini, memang mencanangkan satu program baru di Adhi Karya harus bersih,” kata Fadjroel di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumt (13/11), sebelum menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Untuk itu, selain menyerahkan LHKPN, Fadjroel mengaku akan menemui Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Ketua KPK, Johan Budi SP.

“Saya baru mau ketemu Pak Johan bagaimna menerapkan sistem bersih di Adhi Karya. Semua kan sudah tahu Adhi Karya kan,” ujarnya.

Karena kondisi Adhi Karya tersebut, Fadjroel bertekad mengembalikan integritas seluruh pegawai dan jajarannya di perusahaan, agar tidak lagi terjdi suap menyuap untuk mendapatkan tender atau mengijon proyek.

“Kami ingin memngembalikan integritas Adhi Karya sebagai BUMN yang tidak hanya untung, tetapi juga bisa bekerja seperti prinsip kerja good governance dan efisien, seperti itu. Kita mengingingkan Adhi Karya bersih. Jadi integritasnya yang kan kita kembangkan,” paparnya.

Terlebih, Adhi Karya sudah menjadi perusahaan publik dan tecatat di pasar modal, sehingga perusahaan harus benar-benar bertindak sesua aturan yang berlaku, agar harga saham tidak anjlok.

“Adhi Karya kan sudah perusaah publik di pasar modal. Jadi, kalau kami tidak bersih dan good governance, kita takut akan berpengaruh ke harga sahamnya nanti,” ujarnya.

PT Adhi Karya, lanjut Fadjroel, akan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menggulirkan program Adhi Karya bersih demi mencegah tindak pidana korupsi mengingat berbagai tender konstruksi sangat rawah terjadi suap menyuap hingga praktek ijon proyek.

“Kerjasamanya agar sistem di Adhi Karya, misal pengadaan barang jasa, keterlibatan nanti di dalam tender segala macem, betul-betul mengikuti kaidah sesuai dengan prinsip. Jadi tidak ada gratifikasi, korupsi,” kata  Fadjroel Rachman.

Menurut Fadjroel, jangan lagi ada gratifikasi atau korupsi serta harus menjalankan prinsip bersih dan meraih untung merupakan pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memintanya menjadi Komut PT Adhi Karya.

“Karena itu pesan Pak Jokowi ketika saya diminta menjadi Komisaris Utama di Adhi Karya. Beliau mengatakan, tolong jalankan prinsip bersih, good governance, dan upayakan BUMN bisa untung dan menjalankan itu,” tuturnya.

Selain itu, Presiden Jokowi juga berpesan agar bisa menyelesaikan pembangunan proyek kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) pada bulan Desember 2018. “Pesannya juga saya harus menyelesaikan LRT Desember 2018,” katanya.

PT Adhi Karya mendapat tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 1,4 trilyun. Selain itu, mendapt right issue dari BEI sejumlah Rp 1,37 trilyun, sehingga mendapat tambahan modal sejumlah 2,77 triliun.

“Jadi dengan modal Rp 2,77 trilyun, kami diminta pemeriah meneyelsaikan LRT di Jabodetabek dan diserahkan paling lambat 6 trase, Desember 2018. Tugas saya di sana ‘bersih-bersih’ dan menyelesaikan LRT sehingga Jakarta lebih asik,” tandasnya.

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*