Home / Headline / Hakim Mentahkan Tuntutan Jaksa, 4 Terdakwa Kasus Dana Pensiun PT Pupuk Kaltim Bebas

Hakim Mentahkan Tuntutan Jaksa, 4 Terdakwa Kasus Dana Pensiun PT Pupuk Kaltim Bebas

Jumat 13 Sep 2019 , 15:21 WIB
Gedung Bundar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khsus (Jampidsus)

Jakarta-Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta membebaskan 4 terdakwa kasus dugaan korupsi dana pensiun PT Pupuk Kalimantan Timur sebesar Rp 175 miliar pada sidang 5 September 2019 lalu dengan terdakwa Danny Boestami dan kawan-kawan dengan berkas terpisah.

Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Yanto membenarkan putusan bebas terhadap 4 terdakwa. Putusan bebas itu dibacakan Majelis Hakim yang diketuai oleh Rustiyono. Terdakwa Denny merupakan Komisaris PT Strategic Management Service (PT SMS).

“Iya benar (diputus bebas),” ucap Yanto kepada wartawan, Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Selain Denny, ada 3 orang lagi yang menjadi terdakwa dalam kasus serupa dan putusan bebas. Mereka adalah, Ida Bagus Surya Buwana (Direktur PT BIR) dan Arif Budi Satria Dirut PT SMS. Andreas Chayadi K (Komisaris PT API/Komisaris PT DAJK). Ada 3 tersangka lainnya yang menjalanin proses persidangan yakni Ezrina Azis (Dirut Dapen PKT), Zubaedi (Direktur Investasi Dapen PKT), Djafar Lingkaran (Dirut PT API/Komisaris PT DAJK).

“Sidangnya secara terpisah atau splitzing,” ungkapnya.

Dalam putusan itu menyatakan bahwa terdakwa Danny Boestami tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menurut hukum melakukan tindak pidana “Korupsi secara bersama-sama dan berlanjut” sebagaimana didakwakan oleh Penuntut Umum pada dakwaan Primair maupun subsidair seperti dikutip dari laman http://pn-jakartapusat.go.id.

“Membebaskan Terdakwa Danny Bkestami oleh karena itu dari dakwaan Primair dan Subsidair Penuntut Umum tersebut. Memulihkan hak Terdakwa Danny Bkestami dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya,” ujar dia.

Majelis Hakim juga memerintahkan agar Terdakwa Danny Boestami , dibebaskan dari Tahanan, dan menetapkan agar barang bukti dalam perkara ini sebagaimana tersebut dalam daftar barang bukti berikut ini dikembalikan kepada yang berhak (dari siapa) barang bukti tersebut disita.

Selain membebaskan Danny, dalam nomor perkara 50/Pid.Sus-TPK/2019/PN Jkt.Pst majelis hakim juga menyatakan agar jaksa memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya.  hakim Memerintahkan agar terdakwa Danny Boestami dibebaskan dari tahanan.

Padahal Jaksa penuntut umum (JPU) Nanang Prihanto dalam surat tuntutannya agar Danny dijatuhkan pidana selama 6 tahun penjara, subsidair 5 bulan kurungan.

Danny adalah tertuduh kasus korupsi dana pensiun PT Pupuk Kaltim yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 175 milliar.

Kasus ini bermula PT PKT yang memiliki dana pensiun dalam pengeloaannya membeli saham repo dari dua perusahaan dan kemudian satu perusahaan membeli 30 Kondominium.  Padahal sesuai peraturan Kemeterian Keuangan 199/PMK.01.10/2008 tentang dana investasi dana pensiun dan peraturan Otoritas Jasa Keuangan 3/POJK/2015 tentang dana investasi pembelian saham repo tidak dibenarkan.

Sementara 3 terdakwa lainnya dituntut oleh jaksa bervariasi. Terdakwa Ida Bagus Surya Bhuwana dituntut 8 tahun dengan perintah tetap dikerangkeng, Andreas Chalyadi 14 tahun 6 bulan, dibui Arif Budi Satria dituntut 6 tahun penjara dan Danny Boestami dituntut 6 tahun kurungan badan. Menurut jaksa mereka terbukti. Namun ketua majelis hakim Rustiyono membebaskan ke 4 terdakwa oleh Pengadilan Tipikor Jakarta.

Kata Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Yanto menyatakan bahwa terdakwa Ida Bagus Surya Bhuwana dan terdakwa lainnya tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menurut hukum melakukan tindak pidana “Korupsi secara bersama-sama dan berlanjut” sebagaimana didakwakan oleh Penuntut Umum pada dakwaan Primair maupun Subsidair, mereka dibebaskan dari Tahanan, menetapkan agar barang bukti dalam perkara ini sebagaimana tersebut dalam daftar barang bukti berikut ini dikembalikan kepada yang berhak (dari siapa) barang bukti tersebut disita. (Edo/Red)

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*