Home / Headline / Harta Kekayaan Minus, Dadang Nekat Nyalon DPD Dari Sumut

Harta Kekayaan Minus, Dadang Nekat Nyalon DPD Dari Sumut

Senin 06 Agu 2018 , 14:35 WIB

Medan, Sumatera Utara-Komisi Pemberantasan Korupsi mengumumkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dimiliki para calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) atau senator. Dadang Darmawan Pasaribu, calon senator asal Sumatera Utara (Sumut) menempati urutan pertama punya harta kekayaan paling rendah berada di angka minus Rp 158 juta.

“Saya mengumumkan harta kekayaan saya itu secara gamblang. Jadi silahkan kalau masyarakat sudah tahu realitas harta ini lebih awal, bisa dicek juga rekening saya ke depan,” ujar Dadang, di Medan, Sumut, Senin (6/8/2018).

Mantan Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumut itu mengatakan, tidak terlalu khawatir dengan nilai kekayaan tang dimilikinya. Dia pun membantah maju ke DPD untuk mencari kekayaan.

“Dari kemarin saya sudah menduga kalau saya masuk dalam daftar yang memiliki harya paling rendah. Namun saya tidak khawatir. Tuhan dan teman adalah modal kita untuk maju,” katanya.

Dia meminta masyarakat jangan salah kaprah. Jangan sampai masyarakat menilai, Dadan maju ke DPD hanya ingin memperkaya diri. Jauh sebelum Dadang maju ke DPD, dia memang dikenal royal dan loyal kepada para sahabatnya. Terlebih pada jaringan gerakan sosial yang sudah dibangunnya sejak duduk di bangku kuliah 90-an silam.

Dalam kontestasi perebutan kursi DPD menurut Dadang, uang bukanlah pondasi yang utama. Modal utama yang dimiliki adalah Tuhan. Karena itu adalah dasar orang melakukan perubahan.

“Semua perubahan itu datangnya dari Tuhan. Kita manusia niscaya melakukannya tanpa ridho dari Allah. Nantinya kita juga akan dibantu oleh para teman-teman. Yang pasti keduanya adalahodal yang sangat penting,” kata pengamat politik dari FISIP USU itu.

Selama ini memang dikenal banyak andil dalam berbagai organisasi gerakan. Namanya sudah tak asing lagi dikalangan buruh, petani dan masyarakat pinggiran. Bahkan para aktivis memang mengakui Dadang adalah sosok yang idealis.

Aktifitasnya memang selalu bersinggungan dengan masyarakat. Saat dia mendaftarkan diri ke DPD, yang mengantarkan juga dari kaum buruh dan petani.

Maju ke DPD memang bukan niat awalnya. Namun para rekan-rekan sesama aktivis mendorongnya untuk maju. Karena mereka melihat ada kejumutan politik yang selalu diisi para tokoh yang itu-itu saja. Pada akhirnya Dadang pun membulatkan tekadnya maju ke DPD.

Dia sudah menyampaikan kepada rekannya, bahwa dia tidak punya modal keuangan yang cukup. Penghasilannya sebagai tenaga pengajar juga hanya cukup untuk menafkahi keluarga. Namun para kerabatnya selalu menyemangatinya.

Dadang kembali menegaskan kalau dirinya maju ke DPD tidak demi uang. Dia berkomitmen, jika diberi kesempatan untuk menjadi senator, amanah itu tidak akan disalahgunakannya. Apalagi untuk memperkaya diri.

Untuk diketahui, Dadang menjadi satu dari empat calon lainnya yang punya harta minus. Dia berada di posisi teratas. Empat calon lainnya yakni, Fajran Zain dari Aceh (minus Rp.132, 445 juta); Azim Antoni Norega Jais asal Jambi (minus Rp 1,5 juta); Reimal Kaldhani asal Kaltim (minus Rp 7,8 juta) dan Ramli Kasim asal Gorontalo ( minus Rp. 115,184 juta).

Namun jumlah tersebut masih mungkin bertambah. Karena dari total 657 orang yang sudah mengaktifkan akun LHKPN, masih ada 147 orang lagi yang belum melaporkan harta kekayaannya.

Sementara posisi calon senator terkaya masih diduduki posisinya oleh Wilhemnus Rollo asal Papua. Harta yang dimilikinya senilai Rp 20, 005 triliun. Anehnya dengan total harta kekayaan sebanyak itu, Wilhelmus Rollo tidak masuk dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia.

Kekayaan itu berasal tanah adat yang dimilikinya. Sehingga Dirjen LHKPN belum bisa melakukan verifikasi. (Yud)

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*