Home / Indeks / Ingeborg Rapoport, Terima Gelar Doktor Dalam Usia 102 Tahun

Ingeborg Rapoport, Terima Gelar Doktor Dalam Usia 102 Tahun

Rabu 10 Jun 2015 , 07:15 WIB

Berlin, Jerman – Seorang wanita Jerman berusia 102 tahun telah menjadi orang tertua di dunia, yang diberikan gelar doktor. Hampir 80 tahun setelah penindasan Nazi melarangnya duduk di ujian terakhir dari gelar doktornya. Ingeborg Rapoport (Ms Syllm) menyelesaikan studi medisnya pada tahun 1937 dan menulis tesis doktornya tentang difteri – namun Penindasan Nazi di Jerman saat itu, mengakibatkannya harus menunggu hampir delapan dekade sebelum diberikan gelar PhD.

Ibu Ingeborg merupakan seorang pianis Yahudi. Sehingga, di bawah undang-undang ras anti-Semit Adolf Hitler, Ingeborg ditolak masuk ke ujian lisan akhir. Dia punya konfirmasi tertulis dari Hamburg Universitas bahwa ia akan menerima gelar doktor “jika hukum yang berlaku tidak melarang masuk Ms Syllm untuk ujian doktor karena keturunan nya”.

Tiga profesor dari fakultas kedokteran Universitas Hamburg bulan lalu melakukan tes untuk Ingeborg di Berlin timur, sekaligus untuk menguji dirinya pada pekerjaan yang dia dilakukan sebelum perang di Jerman. Mereka terkesan dan upacara khusus berlangsung di Hamburg University Medical Centre, Selasa (9/6/2015), di mana ia akhirnya menerima PhD bahwa Nazi mencuri darinya. “Ini adalah tentang prinsip,” katanya. “Saya tidak ingin mempertahankan tesis saya demi saya sendiri. Setelah semua, pada usia 102 ini tidak benar-benar mudah bagi saya. Saya mendedikasikannya bagi para korban [Nazi].” Untuk mempersiapkan ujian bulan lalu, Ingeborg meminta teman untuk membantu penelitiannya secara online tentang perkembangan yang telah terjadi di bidang difteri selama 80 tahun terakhir.

“Universitas ingin memperbaiki ketidakadilan. Mereka sangat sabar dengan saya. Dan untuk itu aku bersyukur,” kata Ms Syllm kepada surat kabar Der Tagesspiegel. Ms Syllm selama hidupnya mengabdikan diri di dunia kedokteran

1912 – Lahir di Kamerun (koloni Jerman)

1938 – Setelah belajar kedokteran di Hamburg, dicegah dengan Nazi meraih PhD dengan tesis tentang difteri

1938 – beremigrasi ke Amerika Serikat, bertemu Mitja Rapoport

1952 – Pindah ke Berlin Timur dengan keluarga

1958 – memenuhi syarat sebagai dokter anak, menjadi profesor pada tahun 1964

1973 – pensiun tetapi terus pekerjaannya sebagai ilmuwan hingga umur 80

Untuk semua prestasinya, Ingeborg meraihnya kembali pada usia 102, gelar doktor yang dilarang darinya oleh Nazi. Bahkan sang nenek mendapat predikat yang sangat memuaskan atau Cum Laude.

Penulis/ Editor: Dwi Christianto

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*