Home / Headline / Ini 7 Poin Arahan Jaksa Agung ST Burhanuddin Kepada Para Kajati

Ini 7 Poin Arahan Jaksa Agung ST Burhanuddin Kepada Para Kajati

Kamis 31 Okt 2019 , 12:42 WIB

Jakarta-Jaksa Agung ST.Burhanuddin pada hari Sumpah Pemuda, Seinin 28 Oktober 2019, pada awal pekan dirinnya menjabat, mengumpulkan 32 Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) seluruh Indonesia. Ada 7 poin arahan yang dia berikan kepada jajaranya untuk mendukung sistem penegakan hukum ditengah pembangunan SDM menuju Indonesia Maju.

Dia menekankan bahwa penanganan korupsi dilakukan secara berimbang antara pendekatan yakni pencegahan (preventif) dan penindakan (represif).

“Kedua pendekatan ini harus sinergis, komplementer, terintegrasi, dan proporsional,” ucap Burhanuddin ketika itu.

Selain dalam penanganan tindak pidana korupsi dari ketujuh poin tersebut, berikutnya adalah:

1. Pemberantasan Korupsi Harus Beri Solusi Perbaikan Sistem.

2. Diminta kepada para Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) di seluruh Indonesia memberantas korupsi secara berimbang antara pendekatan pencegahan (preventif) dan penindakan (represif). Kedua pendekatan ini harus sinergis, komplementer, terintegrasi, dan proporsional.

3. Jaksa Agung RI, mengingatkan penanganan suatu perkara tidak hanya sekadar mempidanakan pelaku dan mengembalikan kerugian negara. Namun juga harus dapat memberikan solusi perbaikan sistem sehingga perbuatan tersebut tidak dilakukan kembali.

4. Jaksa Agung meminta Jaksa melakukan pendekatan hukum yg mendukung investasi baik di pusat maupun di daerah. Beliau mewanti-wanti para jaksa agar tidak mencari-cari kesalahan administrasi maupun perizinan demi mendapatkan keuntungan pribadi.

5. Jaksa Agung RI meminta jajaran Kejaksaan meningkatkan peran dalam melakukan pengamanan & penyelamatan aset BUMN, BUMD, & Pemerintah Daerah. Aset yg terbengkalai atau dikuasai pribadi maupun pihak lain dpt dipulihkan dan difungsikan kembali sesuai peruntukannya.

6. Layaknya seperti aset Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Surabaya senilai Rp10 triliun yang dapat diselamatkan pihak Kejaksaan.

7. Di era digital seperti sekarang Jaksa wajib memanfaatkan sarana Informasi Teknologi (IT) guna mendukung kinerja Kejaksaan RI secara serius & sungguh-sungguh. Diharapkan melalui sistem IT tersebut, Kejaksaan dapat memberikan transparansi dan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. (Edo/Red)

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*