Home / Indeks / Jaksa Agung Jadi Saksi 26 Pengantin Nikah Masal Gratis

Jaksa Agung Jadi Saksi 26 Pengantin Nikah Masal Gratis

Kamis 19 Jul 2018 , 14:46 WIB

Jakarta-Puluhanan pengantin peserta nikah massal memadati Masjid Baitul Adli, Komplek Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (19/7/2018). Setidaknya 26 pasangan merasa lega setelah mengikat janji suci sebagai pasangan suami istri.

Nikah massal di saksikan Jaksa Agung HM Prasetyo, Wakil Jaksa Agung Arminsyah serta para Jaksa Agung Muda dan Kepala Badiklat Setia Untung Arimuladi itu bagian dari rangkaian peringatan Hari Bahkti Adhyaksa Ke-58 Kejaksaan RI dan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) ke-18.

Ketua IAD Pusat Ros Ellyana Prasetyo selaku pelaksana kegiatan tersebut kegiatan ini kali pertama dilakukan sepanjang 58 tahun kejaksaan RI berada. Hal ini untuk mewujudkan kepedulian terhadap kesulitan-kesulitan yang terjadi di masyarakat dalam mengurus pernikahan secara agama dan hukum sekaligus meringankan beban biaya mereka.

“Alhamdulillah acara nikah gratis ini diikuti 26 pasangan pengantin, sah secara agama dan negara sehingga dapat membantu meringankan beban Bapak Ibu dalam melaksanakan pernikahan,” kata Ros Ellyana.

“Ditengah sulitnya mengurus surat-surat dan biayanya. Kami bantu mereka yang tidak mampu. Sebelum nikah kami sidang isbad dahulu secara administrasi kami IAD untuk kegiatan ini,” sambung Istri Jaksa Agung itu.

 

Sementara itu Jaksa Agung HM Prasetyo menjelaskan pentingnya suatu pernikahan yang sah oleh negara karena dibutuhkan dokumen lengkap.

“Itu sangatlah penting karena sebuah catatan pernikahan untuk pembagian warisan dan sebagainya penting dari segi hukum yang sah,” tutur Prasetyo.

Acara nikah massal ini, para peserta kompak mengunakan peci bagi pria dan kebaya putih dengan hiasan bunga, mereka duduk dihadapan penghulu.

Awalnya saat hijab kabul para peserta nampak kaku, namun seusai itu mereka nampak sumringah, setelah resmi dinikahkan, bahkan satu persatu para pengantin antri untuk berfoto bersama Jaksa Agung Prssetyo dan Wakil Jaksa Agung Arminsyah serta jajaran pimpinan kejaksaan dan pengurus IAD.

Seperti pasangan M. Namin Rahim (58)-Aroh (50), warga Bekasi, Jawa Barat ini, mereka mengucap syukur atas kegiatan nikah massal ini, karena sudah sah dan tercatat oleh negara yang sebelumnya hanya menikah secara agama.

“Saya baru nikah ini karena dulu saat nikah penghulunya meninggal dan saya tidak dapat buku nikah. Saya sudah 5 anaknya cucu sudah 10. Alhamdulillah sudah menikah,” katanya sembari menunjukan maharnya dan seperangkat alat sholat serta uang senilai Rp 500 ribu. (Edo/Red)

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*