Home / Headline / Jaksa Agung Kekeuh Tahan Edward Soeryadjaya, Meski Menang Praperadilan

Jaksa Agung Kekeuh Tahan Edward Soeryadjaya, Meski Menang Praperadilan

Jumat 04 Mei 2018 , 21:10 WIB

Jakarta-Jaksa Agung HM Prasetyo kekeuh menahan Direktur Ortus Holding Ltd Edward Seky Soeryadjaya, tersangka kasus dugaan korupsi Dana Pensiun PT Pertamina (Persero) sebesar Rp599,4 miliar.

Dia menekankan penahan terhadap yang bersangkutan saat ini sudah menjadi tanggung jawab pengadilan, alasannya berkas perkara sudah dilimpahkan ke pengadilan sebelum praperadilan diputus.

“sementara saat dilimpahkan itu kan ditahan dan kita tidak pernah ubah statusnya itu. Jadi berarti, tanggung jawab penahanan pun sudah beralih ke sana, meskipun masih ditempatkan di sini (Kejagung),” kata Prasetyo di Kejagung, Jakarta, Jumat (4/5/2018).

Prasetyo menambahkan pihaknya pun ogah mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru terhadap Edward, pasalnya Pengadilan Tipikor sudah menerima perkara pembelian saham dugaan korupsi pengelolaan dana pensiun PT Pertamina ke PT Sugih Energy Tbk (SUGI) tersebut.

“Tidak usah, untuk apa (Sprindik), PN Tipikor sudah menerima. Itu satu bukti bahwa ada kemajuan pemikiran juga di temen-temen hakim. Hakim kan punya kebebasan masing-masing, tapi untungnya di sini acaranya begitu, ketika perkatanya sdh dilimpahkan ke pengadilan, itu tanggjawabnya itu beralih ke majelis hakim,” ujar dia.

Adapun berkas perkara Edward dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada 18 April 2018. Bahkan kabar berkembang nama majelis hakim Pengadilan Tipikor sudah dibentuk pada 20 April 2018.

Adapun nama majelis hakim dengan nomor perkara 34/pid-sus-tpk/2018 Edward Seky Soeryadjaya tersebut adalah Hakim Sunarso, hakim Diah Siti Basariah, Duta Baskara, Joko Subagyo, dan Sukartono. Namun, pada 23 April, hakim tunggal Aris Bawono dalam sidang praperadilan memenangkan gugatan Edward.

Jaksa Agung menambahkan bahwa Edward ditahan karena Pengadilan Tipikor sudah melakukan persidangan pada pekan lalu, meski pengacara Edward melakukan aksi “walkout” dalam persidangan sehingga sidang ditunda.

“Dia (pengacaranya) bersikap demikian dimaklumilah, dia kan meski memegang kepentingan kliennya. Dia kan dibayar oleh si terdakwanya. Bayarannya makin besar reaksinya makin kencang,” tutur dia.

Prasetyo menambahkan meski pengacara Edward walkout, jaksa akan tetap membacakan dakwaan yang rencananya akan digelar pekan depan. Dan kasus ini dilanjutkan atau tidak pada saat pembacaan eksepsi oleh pengacara.

“Ya ya, kemarin itu pada waktu dibuka oleh hakim ternyata pengacaranya itu meninggalkan sidang, hakimnya nampaknya masih menghormati juga pengacara itu, ya masih bisa dimaklumilah dia kan di bayar, kecuali dari lebih, dia tidak mampu bayar pengacara, kita wajib mencarikan pengacaranya,” ucap dia.

“Iya, eksepsi dengan sudah diterima itu otomatis praperadilan itu sudah gugur, tapi sudah tau begitu pun masih diputus diterima, saya tidak tau,” sambung dia. (Edo)

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*