Home / Headline / Jaksa Agung Tepis Kriminalisasi Atas Penetapan Tersangka Chuck

Jaksa Agung Tepis Kriminalisasi Atas Penetapan Tersangka Chuck

Rabu 07 Nov 2018 , 18:48 WIB

Jakarta-Jaksa Agung HM Prasetyo menegaskan jajaran penyidik pidana khusus sudah lama melakukan penyidikan atas kasus yang menjerat mantan Jaksa Chuck Suryosumpeno dalam kasus dugaan korupsi perampasan aset. Namun, proses hukum terhambat lantaran Chuck kerap mangkir dari pemeriksaan jaksa penyidik.

“Saya dengar hari ini laporannya hadir. Sudah lama kasusnya diproses. Hanya saja yang bersangkutan berulang kali diundang dimintai keterangan selalu beralasan untuk tidak hadir,” ucap Prasetyo, di Kejaksaan Agung usai MoU dengan PT Pegadaian di kantornya, Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Karena itu Prasetyo membantah ada kriminalisasi atas penetapan Chuck sebagai tersangka, pasca dikabulkannya Peninjauan Kembali (PK) oleh Mahkamah Agung (MA) terhadap mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku tersebut.

“Tidak ada kriminalisasi. Semuanya objektif, profesional, dan proporsional. Jadi tidak ada istilah bertepatan dengan PK, sudah lama, lebih duluan. Dan saya sampaikan ya itu bukan putusan satu-satunya, tapi ada putusan lain pemberhentian yang bersangkutan dari PNS Kejaksaan,” tegas dia.

Karenanya Prasetyo, menegaskan bahwa putusan PK untuk merehabilitasi jabatan Chuck tidak mungkin dipenuhi dan dilaksanakan karena yang bersangkutan sudah bukan lagi PNS Kejaksaan.

Keputusan pemberhentian Chuck sebagai PNS Kejaksaan berdasarkan PP Nomor 53 Tahun 2010. Proses itu sudah disidangkan oleh Majelis Kehormatan Jaksa/DKN. Pembehentian sebagai PNS Kejaksaan itu dikuatkan oleh Bapeg ketika Chuck mengajukan keberatan ke Badan Kepegawaian yang diketuai MenPAN-RB.

Oleh karena itu, kata Prasetyo, putusan PK untuk merehabilitasi jabatan Chuck tidak mungkin dipenuhi dan dilaksanakan karena yang bersangkutan sudah bukan lagi PNS Kejaksaan.

Chuck saat menjadi Ketua Tim Satgasus Penyelesaian Barang Rampasan dan Barang Sita Eksekusi pada Kejaksaan Agung melakukan penyitaan aset terpidana Hendra Rahardja, berupa tiga bidang tanah di wilayah Jatinegara, Puri Kembangan, dan Cisarua dalam perkara korupsi pengemplang BLBI berkaitan dengan Bank Harapan Sentosa (BHS). Di era Jaksa Agung Basrief Arief, Chuck dinyatakan melaksanakan proses penyelesaian kasus Hendra sudah sesuai prosedur.

Dikutip dari berbagai sumber, Hendra Rahardja adalah bekas Komisaris Bank Harapan Sentosa (BHS), dia merupakan terpidana seumur hidup dalam Kasus Korupsi BLBI sebesar Rp 2,659 triliun dan telah meninggal dunia di Australia, 26 Januari 2003 silam.

Hendra Rahardja adalah kakak Eddy Tansil, buronan Kasus Penyelewengan Dana Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) sebesar Rp 1,3 triliun. Kemudian, Hendra kabur ke Australia. Pemerintah Indonesia meminta Australia untuk mengekstradisi Hendra Rahardja untuk diadili di Indonesia. Namun, upaya ekstradisi berlarut-larut dari pemerintah Australia. Akhirnya, Hendra diadili dalam persidangan in absentia atau tanpa kehadiran terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Hendra divonis hukuman penjara seumur hidup, karena menurut Jaksa Penuntut Umum Andi Rahman Asbar terpidana terbukti menggelapkan dana BLBI sehingga negara rugi Rp 2,659 triliun. (Edo)

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*