Home / Headline / Jaksa Dodi Korban Lion Air Teridentifikasi, Besok Pagi Kejagung Lakukan Sholat Pelepasan Jenazah

Jaksa Dodi Korban Lion Air Teridentifikasi, Besok Pagi Kejagung Lakukan Sholat Pelepasan Jenazah

Minggu 04 Nov 2018 , 23:19 WIB

Jakarta-Kejaksaan Agung, Minggu (4/11/2018) malam ini menerima Jenazah Dodi Junaedi, Kasi Pidsus Kejari Pangkal Pinang, Kepulauan Riau. Jaksa Dodi merupakan satu diantara 7 jenazah yang berhasil teridentifikasi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 Rute Jakarta-Pangkal Pinang di perairan Tanjung Pakis Karawang, Jawa Barat, Senin 29 Oktober 2018 lalu.

“Saat ini mendiang disemayamkan di Mesjid Baitul Adli Kejaksaan Agung RI. Rencananya besok pagi di sholatkan lebih dahulu sekitar Jam 07.00 Wib,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, DR. Mukri di Jakarta, Minggu (4/11/2018).

Lanjut dia, usai disholatkan, selanjutnya dilakukan pelepasan secara Kedinasan oleh pihak Kejaksaan Agung RI kepada pihak keluarga Jaksa Dodi Junaedi.

“Jenasah akan langsung dimakamkan di TPU Rempoa, Jakarta Selatan,” ucapnya

Sebelumnya Kepala Kejati DKI Tony Spontana mengucap syukur satu persatu korban insiden Lion Air ditemukan, satu dari sekian jiwa didalam pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 tersebut telah ditemukan yakni Jaksa Dodi Junaedi.

“ Alhamdulillah jenazah rekan kita Dodi Junaidi sudah teridentifikasi dan sekarang sedang dilakukan penyerahan kepada pihak keluarga,” kata Tony.

Penyerahan jenazah langsung di umumkan oleh pihak Rumah Sakit Polri Kramat Jati kepada keluarga, dan serah terima langsung kepada ayah korban, HM.Sidik. Setibanya di Mesjid Kejagung Peti Jenazah Dodi Junaedi dengan nomor 00/LION/JT.PRIOK/00021 ditutup dengan bendera merah putih.

Selain Dodi adapun 6 jenazah lainnya yang telah teridentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri melalui DNA keluarga korban dan medis adalah Harwinoko, laki-laki, usia 54 tahun, beralamat di kelurahan Bogor Utara, Kota Bogor. Karmin, laki-laki, usia 68 tahun, beralamat di Kepulauan Bangka Belitung. Muhamad Nasir, laki-laki, usia 29 tahun, beralamat di Cianjur, Jawa Barat.

Selanjutnya, Verian Utama, laki-laki, usia 31 tahun, beralamat di Petamburan, Jakarta Barat. Janry Efriyanto Santuri, laki-laki, usia 26 tahun, beralamat di Jambi. Teridentifikasi melalui DNA dan medis.

Kemudian, Rohmanir Pandi Sagala, laki-laki, usia 23 tahun, beralamat di Tangerang, Banten. Teridentifikasi melalui sidik jari dan medis.

Ketujuh jenazah itu baru sebagian korban jiwa dari 189 penumpang yang baru ditemukan dari musibah pesawat yang tejadi di Senin pagi awal pekan lalu. Dodi sendiri tercatat di manifes 075 seat 19E. Dodi satu dari 5 keluarga Korps Adyaksa yang menjadi penumpang dalam pesawat itu.

Empat lainnya adalah, Jaksa Andri Wiranofa tercantum dalam manifes 173 seat 8A, merupakan Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung. Jaksa Andri bersama istrinya Nia Sugiono, dengan manifes 174 seat 22E. Kemudian, Shandy Johan Ramadhan manifes 122 seat 7F merupakan Jaksa Fungsional pada Kejaksaan Negeri Bangka Selatan. Lalu, Sastiarta, Staf TU Kejati Babel, dengan manifes Nomor 141, seat 34E.

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*