Home / Indeks / Jaksa Sidangkan RJT Tersangka Penghina Presiden Jokowi

Jaksa Sidangkan RJT Tersangka Penghina Presiden Jokowi

Kamis 07 Jun 2018 , 18:54 WIB

Jakarta-Berkas tersangka remaja berusia 16 tahun berinisial RJT, dalam kasus dugaan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo sudah dinyatakan lengkap atau P21.

“Kejati DKI telah menerbitkan surat Pemberitahuan hasil Penyidikan atas nama tersangka RJT sudah lengkap, pada tanggal 7 Juni 2018,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati DKI, Nirwan Nawawi di Jakarta, Kamis.

Dijelaskan Nirwan, saya tim jaksa mempelajari berkas perkara atas nama tersangka RJT, Jaksa Peneliti menilai bahwa berkas dianggap telah memenuhi syarat formil maupun materiil sebagaimana Pasal 138 dan 139 KUHAP.

“Penyerahan tersangka berikut barang bukti dari Penyidik kepada Penuntut Umum dilaksanakan setelah cuti bersama Lebaran,” ujar dia.

Di kasus ini tersangka RJT diduga melakukan tindak pidana pasal 45 ayat (4) Jo. Pasal 27 ayat (4) UU ITE atau pasal 336 KUHP.

Sebelumnya, tersebar rekaman video seorang pria tanpa baju menyampaikan pesan bernada ancaman terhadap Jokowi melalui akun Instagram “@jojo_ismyname” pada Rabu 23 Mei 2018.

Dalam Video berdurasi 19 detik itu menunjukkan ungkapan tantangan seorang pria seraya memegang bingkai foto Jokowi. Petugas Polda Metro Jaya mengamankan S di rumahnya kawasan Kembangan Jakarta Barat pada Rabu 23 Mei 2018.

Kendati tersangka dibawah masih umur, maka penyidik Polisi menggandeng Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) guna menyelidiki dugaan penghinaan dan ancaman seorang remaja S (16) terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui media sosial.

“Kami membutuhkan pertimbangan dari KPAI,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Argo menilai bahwa penyidik melibatkan KPAI karena pelaku berusia di bawah umur sehingga membutuhkan penanganan khusus. Selain itu, KPAI juga diperlukan untuk rencana pemanggilan 5 teman sekolah S yang akan menjadi saksi.

Argo menuturkan polisi belum meningkatkan status hukum S lantaran masih proses penyelidikan terkait dugaan ancaman terhadap Jokowi. (Edo)

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*