Home / Ekonomi / Janji Bangun Kantor Telegram, Pemerintah Luluh Juga

Janji Bangun Kantor Telegram, Pemerintah Luluh Juga

Rabu 02 Agu 2017 , 07:27 WIB

Jakarta – Setelah sempat diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, aplikasi berbalas pesan (mesanger) Telegram segera membuka kantor perwakilan di Indonesia.

Founder Telegram Pavel Durov usai berjumpa Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, di Kantornya, Selasa (1/8/2017). Berjanji akan membangun kantor perwakilannya di Indonesia, pasca aplikasi berbalas pesan itu diblokir oleh Pemerintah Indonesia.

“Tapi kami sudah punya perwakilan di Jakarta. Kami akan bekerja sama dengan komunitas-komunitas lebih dekat untuk mengetahui apa yang mereka butuhkan,” ungkap Durov.

Sayangnya, Durov masih mengantongi lokasi kantor perwakilannya yang hendak dibangun nantinya.

“Di sini, kami belum menentukan di mana tepatnya kantor kami akan dibangun nantinya. Tapi kami sudah punya perwakilan di Jakarta. Kami akan bekerja sama dengan komunitas-komunitas lebih dekat untuk mengetahui apa yang mereka butuhkan,” ungkap Durov.

Durov mengaku akan patuh pada regulasi di Indonesia dan berkomitmen untuk memenuhi SOP yang diminta Kemenkominfo agar layananya segara dinormalisasi.

Durov mengklaim, jika sebelumnya Telegram membutuhkan waktu 24 hingga 36 jam untuk memblokir sebuah konten terorisme, kini selang waktu tersebut bisa dipangkas menjadi beberapa jam saja.

“Sekarang saya rasa bisa menutupnya hanya dengan beberapa jam. Karena kami sudah menambah anggota dengan latar belakang Indonesia di dalam tim kami,” ujar Pavel.

Jadi lanjut dia, bahwa nantinya yang berubah kedepannya dari pihak telegram adalah tentang efektivitas, efisiensi dan akurasi pihaknya di dalam merespons serta mendeteksi hal-hal yang berkaitan dengan terorisme.

Sementara itu, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo Samuel Abrijani Pangarepan menambahkan, berdasarkan pertemuan tersebut, pihaknya akan bersiap untuk membuka blokir terhadap web Telegram.

“Ya mudah-mudahan minggu-minggu ini (blokir) sudah dapat dibuka,” ujar Samuel.

Pemerintah melalui Kemenkominfo mengumumkan telah memblokir layanan web milik apikasi Telegram di Indonesia. Pemblokiran Telegram baru dilakukan di tingkat layanan web-nya saja, yakni sejumlah URL yang digunakan untuk mengakses Telegram dari peramban (browser) desktop maupun mobile. (Ivn)

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*