Home / Indeks / Kanaba Go Asia Tenggara, Putra Bantul Produksi Mesin Cuci

Kanaba Go Asia Tenggara, Putra Bantul Produksi Mesin Cuci

Friday 06 Apr 2018 , 17:59 WIB

Yogyakarta-Sebagian besar peralatan mesin cuci buatan luar negeri. Ternyata, ada juga mesin cuci produk asli dalam negeri. Ya, mesin cuci merk Kanaba -Karya Anak Bantul- salah satunya.

Pemiliknya Ashari (50) warga Padangan, Sitimulyo, Piyungan, Bantul. Lulusan STM ini bercerita saat mengawali usaha las dan reparasi mesin yang rusak. Pengalaman sulit mendapat suku cadang mesin menjadi modal awal memulai usaha ini.

“Selain susah mendapat suku cadang, juga mahal,” kata pemilik usaha yang diberi nama Hari Mukti Teknik ini pada wartawan, Jum’at (6/4/2018).

Tahun 2009 lalu, Hari mencoba keberuntungan dengan usaha ini. Ia keluar setelah lebih dari 20 tahun bekerja pada orang lain. Ia juga belajar banyak ikut orang lain, seperti ketelitian dalam usaha.

“Jangan dikira membuat produk langsung jadi bagus, dulu awal-awalnya masih kurang. Kemudian, ada perbaikan-perbaikan hingga saat ini menjadi bagus,” jelasnya.

Ia memberi contoh model mesin pengering. Ada konsumen mengeluh pakaian yang dikeringkan kaku dan sulit disetrika. Sebagai solusi, Hari kemudian memindahkan blower di atas dan pakaian yang dikeringkan digerakkan berputar.

Ternyata sistem ini bisa diterima konsumen dan tidak ada keluhan lagi. Sukses membuat mesin pengering, muncul tantangan untuk membuat mesin cuci. Alasan konsumen masih sama, yaitu pingin mendapatkan harga murah dan suku cadang yang mudah dicari dipasaran.

Dengan bekal pengalaman berbasis rekayasa teknik, Ashari kemudian mulai memproduksi mesin cuci modifikasi yang mampu menampung pakaian kotor dari tujuh kilogram sampai 100 kilogram kain sekali mencuci.

Berkat kegigihan dan keuletannya tersebut, kini produk Ashari diterima pasar. Ia mencoba keberuntungan bekerja sama dengan berbagai instansi seperti rumah sakit, perhotelan, dan pabrik garmen.

“Awalnya sulit untuk menyakinkan, karena dianggap tidak memiliki jaminan karena produk lokal. Kemudian peluang itu datang saat salah satu RS di Purworejo memesan satu mesin cuci berkapasitas 16 kilogram,” katanya.

Celakanya, dalam kurun waktu satu bulan pengoperasian, terjadi kerusakkan pada mesin. Ia pergi ke RS untuk memperbaiki karena yang memproduksi dan juga beri garansi waktu yang lama.

”Usai diperbaiki mesin mampu beroperasi enam bulan tanpa henti. Kemudian mereka memesan 30 mesin cuci berkapasitas 40 kilogram,” katanya.

Seiring perjalanan waktu, nama Kanaba kemudian mulai dikenal masyarakat luas. Bahkan, hingga saat ini produk asli putra Bantul ini sudah merambah nasional. Penjualan sudah ada dari Sabang sampai Merauke.

“Tahun 2020 nanti, kami berkeinginan go internasional. Setidaknya merambah hingga Asia Tenggara,” katanya.

Keunggulan dari produknya adalah penggunaan 80 persen bahan lokal sehingga ketika terjadi kerusakkan teknisi baik dari pihaknya maupun dari luar bisa mendapatkan dimana saja.

Tidak hanya itu, dengan garansi hingga 20 tahun ke depan dan layanan purna jual yang cepat, Kanaba semakin dikenal.

“Ada kasus kerusakan di Aceh, malam telephon. Kemudian paginya kita terbangkan teknisi ke sana. Tak sampai sehari selesai, dan bisa digunakan lagi,” jelasnya.

Ia tau betul kualitas barang yang dibuatnya bisa bertahan hingga 20 tahun penggunaan. Sebagian besar karyawan yang bekerja dengannya merupakan jebolan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) maupun STM.

“Untuk pembuatan mesin kebanyakan dari SMK. Soal dokumentasi dan marketing dari sarjana. Saya sendiri tidak kuliah, sehingga mempercayakan pada orang yang ahli,” jelasnya.

Produk-produk buatannya juga sudah resmi mendapat sertifikat dari SNI. Sehingga, ia yakin bisa go internasional seiring persiapan yang tengah dilakukannya. (Dng/Red)

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*