Home / Indeks / Kandidat Ephorus HKBP, Robinson Pilih Kerja Atas Tuntunan Tuhan

Kandidat Ephorus HKBP, Robinson Pilih Kerja Atas Tuntunan Tuhan

Selasa 30 Agu 2016 , 14:43 WIB

Jakarta-Pergantian pucuk pimpinan atau pemilihan Ephorus Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dalam Sidang Sinode Godang (SSG) ke 15 yang akan dihelat pada medio September mendatang, bakal diikuti empat kontestan. Dikabarkan nama yang sudah beredar adalah Pdt. Saut Sirait, Pdt. Darwin Tobing, Pdt. Robinson Butarbutar, dan Pdt David Sibuea.

Dari keempat calon pemimpin HKBP itu semua memiliki visi-misi untuk membawa HKBP kearah lebih baik. Salah satu kandidat kuat adalah Pdt. Robinson Butarbutar. Dalam diskusi bertema ‘Calon Pimpinan Mendengar Suara Jemaat Demi Kemajuan Penatalayanan’ pada Sabtu 27 Agustus 2016 lalu.

Robinson menyampaikan pemikirannya bagaimana menciptakan pemerintahan yang baik atau good governance dalam organisasi keagamaan. Salah satunya, kata dia adalah mencari pemimpin yang berkompeten sesuai bidangnya.

“Manajemen yang baik memerlukan transparansi, hal itu diperlukan agar terciptanya good governance. Hal itu juga berlaku untuk sebuah organisasi keagamaan, termasuk gereja,” ucap Robinson, Jakarta Selasa (30/8/2016).

Robinson yang maju sebagai ephorus, bahkan sudah mempersiapkan 4 bakal calon pengurus yang akan mendampinginya untuk kemajuan HKBP dimasa mendatang.

Dia menjelaskan masing-masing mereka memiliki talenta, seperti halnya Pdt. Daniel Taruli Asi Harahap yang dianggap ahli manajemen HKBP, Pdt. Roida Situmorang yang mempunyai misi kemandirian gereja, Pdt. Marolop Sinaga yang berpengalaman sebagai pelayan di tengah jemaat, dan Pdt. Hulman Sinaga yang ahli dalam meningkatkan mutu pelayanan kasih HKBP.

“Semua itu dipilih agar potensi yang ada di HKBP semakin kokoh dan kuat. Namun, semua disertai doa, kerja serta berujung karya untuk kemuliaan-Nya, sehingga bisa bermanfaat bagi jemaat HKBP. Dengan capaian menjadi gereja yang baik bagi kedepannya,” ucap dia.

IMG_20160830_141659_673

Karena itu, peraih gelar Doktor dari Trinity Theological College, Singapura itu mengaku, dia beserta bakal calon pengurus lainnya sudah siap mengabdikan diri di tengah jemaat gereja, demi mewujudkan kemajuan HKBP untuk menjadi gereja yang mampuni di tengah arus globalisasi dan teknologi ini.

“Sebab itu kami hadir ditengah kegiatan ini, agar lebih dekat dan mau mendengar jemaatnya, supaya tercipta manajemen yang baik dan bersama-sama membangun HKBP lebih baik dimasa mendatang,” ujar alumni S2 London Bible College, Inggris tersebut.

Meski demikian dia menekankan semua rencana itu bisa diraih asal mau mendengarkan suara Tuhan, dan turun kebawah menemui jemaat gereja, dengan diiringi Doa dan Puasa.

“Saya tahu apa yang mereka (jemaat) butuhkan dan keluhkan. Saya juga mendapat banyak masukan bagaimana memimpin HKBP kelak. Seperti saya katakan tadi jika Tuhan berkenan, saya pasti jadi,” ungkap pria 55 tahun itu.

“Saat saya diminta oleh banyak pihak, termasuk oleh dorongan dari Pdt. SAE Nababan dan ephorus saat ini Pendeta WTP Simarmata, saya mengatakan bahwa saya akan berdoa, untuk bertanya juga kepada Tuhan, apa yang akan Dia lakukan untuk kita semua. Saya berkata pada Tuhan, menjadi ephorus adalah tugas dan tanggungjawab yang sangat berat. Siapakah yang bisa mengemban tugas mulia itu? Lalu Tuhan berkata, Kamu sanggup melaksanakan tugas itu,” tutup Sarjana Teologi bidang Biblika ini.

Untuk diketahui perhelatan akbar organisasi keumatan dengan nama Sidang Sinode Godang HKBP ke-63 itu akan berlangsung di Auditorium Seminarium Sipoholon, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada 12-18 September 2016 mendatang. Salah satu agendanya adalah memilih ephorus periode 2016-2020 sebagai pemimpin tertinggi gereja yang memiliki jemaat hampir 5 juta jiwa itu. (Red/Edo)

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*