Home / Headline / Karen, Bekas Bos Pertamina Digarap Jaksa Soal Korupsi Investasi Blok Basker

Karen, Bekas Bos Pertamina Digarap Jaksa Soal Korupsi Investasi Blok Basker

Rabu 04 Okt 2017 , 12:39 WIB

 

Jakarta-Bekas Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Galaila Agustiawan digarap jaksa penyidik Pidana Khusus, Kejaksaan Agung, Jakarta, pada Senin 2 Oktober 2017.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung, M. Rum dalam keterangannya mengatakan pemeriksaan terhadap Karen sebagai saksi atas kasus dugaan korupsi penyalahgunaan investasi pada PT Pertamina di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia Tahun 2009.

“Kasus posisinha, bahwa PT. Pertamina (Persero) pada tahun 2009, melalui anak perusahaannya PT. Pertamina Hulu Energi (PHE) melakukan akuisisi saham sebesar 10 % terhadap ROC Oil Ltd,” ucap Rum.

Lalu, lanjut dia pada perjanjian jual beli itu dilakukan penandatanganan pada 1 Mei 2009 dengan modal sebesar Rp. AUS $ 66,2 juta atau senilai Rp. 568 Miliar dengan asumsi mendapatkan 812 barel per hari.

“Namun, ternyata Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia pada tahun 2009 hanya dapat menghasilkan minyak mentah untuk PHE Australia Pty.Ltd rata-rata sebesar 252 barel per hari,” papar dia.

Kemudian, pada 5 November 2010, Blok BMG Australia dinyatakan ditutup setelah ROC Oil Ltd, Beach Petrolium, Sojits, dan Cieco Energy memutuskan penghentian produksi minyak mentah (non production phase/ npp) dengan alasan lapangan tidak ekonomis.

“Karena itu terkait Pemeriksaan yang bersangkutan penyidikan, pada pokoknya menerangkan terkait dengan proses keputusan dalam pembelian besaran hak partisipasi (Participating Interest) oleh PT. Pertamina (Persero) di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia Tahun 2009,” ungkap dia.

Saat ini, tim penyidik telah melakukan pengungkapan kasus ini dengan memeriksa para saksi sebanyak 45 orang. (Red)

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*