Home / Headline / Kasus Jual Beli Ginjal, Bareskrim Satukan Berkas Perdagangan Orang dan TPPU

Kasus Jual Beli Ginjal, Bareskrim Satukan Berkas Perdagangan Orang dan TPPU

Monday 18 Apr 2016 , 14:48 WIB

Jakarta-Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Kombes Umar Surya Fana mengatakan pihaknya akan menyatukan berkas perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan berkas tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dalam kasus penjualan organ tubuh berupa ginjal. Alasannya berkas tersebut disatukan agar uang hasil kejahatan tersangka berinisial HS dapat dikembalikan ke para korban.

“Kami laporkan ke hakim melalui jaksa masuk ke penyitaan berita acara. Nanti hakim tentukan. Makanya TPPO dan TPPU disatukan berkasnya,” kata Umar di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin (18/4/2016).

Menurut dia, bila berkas dipisahkan di money laundry sendiri penyitaanya menjadi barang bukti dan barang bukti itu disita menjadi milik negara. Di mana dalam kasus tersebut tersangka HS bersama rekannya AG dan DD mengelabui korbannya sehingga mendapatkan keuntungan ratusan juta rupiah dari hasil penjualan ginjal.

“Kasihan kan korban yang memang membutuhkan restitusi,” ungkap dia.

Penyidik Bareskrim menduga tersangka HS memiliki sejumlah aset yang uangnya berasal dari hasil penjualan ginjal korban.

“Duit yang diterima oleh pelaku itulah yang kami ikuti apakah masih dalam bentuk tabungan atau dalam bentuk aset,” ujar dia.

“Itulah yang kami sita dan serahkan ke pengadilan dan hakim akan putuskan korban-korbannya dalam BAP,” sambungnya.

Dia menjelaskan, pihaknya kini telah menyita sejumlah rekening tabungan milik tersangka HS terkait dugaan TPPU. Selain tabungan, pihaknya juga menyita rumah milik HS di wilayah Jawa Barat. Umar menduga HS sudah mengantongi uang hingga Rp 200 juta. Kemudian uang hasil kejahatannya, HS membeli sejumlah aset berupa rumah dan tanah.

“Satu korban dibayar jual ginjal Rp 300 juta kemudian cuma dikasih ke korbannya hanya Rp 75 juta. Rp 300 juta dikurang Rp 75 juta dikali 10 korban misalnya, nah ini yang kami kejar dulu,” tandas Umar. (Edo)

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*