Home / Headline / Kata Emrus, Jokowi Jadi Gorengan Berita Utang Pemerintah Melambung

Kata Emrus, Jokowi Jadi Gorengan Berita Utang Pemerintah Melambung

Sunday 18 Mar 2018 , 23:35 WIB

Jakarta-Pengamat Komunikasi Politik Emrus Sihombing menilai sepekan yang lalu dan bisa jadi akan terus “digoreng” hingga selesai Pilpres 2019, isu perbicangan publik tentang membengkaknya utang pemerintah per Februari 2018.

Sebab kata dia sepanjang sepekan ini, berbagai media memuat pembengkakan utang pemerintah yang menembus angka Rp 4.034,8 triliun atau 29,24% terhadap produk domestik bruto (PDB).

“Memang harus jujur kita akui, dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2017 nominalnya meningkat 13,46%. Utang tersebut belum termasuk pinjaman swasta Indonesia,” kata Emrus dalam keterangannya, Jakarta, Minggu (18/3/2018).

Dia juga menyampaikan bahwa sejumlah kalangan berpendapat bahwa membengkaknya utang pemerintah seolah hanya ditujukan kepada Presiden Jokowi. Bahkan ada sebagian kecil relawan berbalik, yang sebelumnya pendukung pemerintah, melakukan demonstrasi menolak membengkaknya utang tersebut.

“Kritik membengkaknya utang tersebut seolah mengarah hanya kepada presiden, tentu itu tidak salah tetapi tidak seluruhnya benar,” ujar Dosen Fisip Universitas Pelita Harapan itu.

Oleh karena itu, menurut dia, wacana membengkaknya utang tersebut merupakan pandangan yang belum “membumi” karena melihat persoalan hanya di permukaan, tidak membongkar siapa sesungguhnya pelaku utama.

“Lihat saja sebagai contoh, bekas Ketua DPR RI, Setya Novanto, yang seharusnya menjadi pendekar anti korupsi di negeri ini karena melekat pada dirinya dan lembaga yang dipimpinnya melakukan fungsi pengawasan, tetapi malah diduga kuat sebagai pelaku korupsi yang sudah menjadi terdakwa di Pengadilan Tipikor atas penyidikan KPK. Bukankah perilaku koruptif yang masif di negeri ini berkorelasi langsung dengan membengkaknya utang pemerintah,” ujar dia.

Bila dirunut lebih mendalam kata Emrus yang juga Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner bahwa membengkaknya utang pemerintah tersebut akan ditemukan pelaku-pelaku utama.

“Coba kita melihat lebih ke hulu, sebenarnya yang membuat utang kita membengkak sampai saat ini sama sekali bukan Presiden Jokowi, tetapi pelaku langsung dari aktor-aktor tertentu,” ujarnya.

Dia mencontohkan diantaranya adalah oknum Pejabat Pemerintah dan Negara yang Koruptif, pengusaha yang “main mata” dengan pejabat pemerintah dan negara, selain itu pengemplang pajak, pelaku Illegal Mining, “Pemarkir” Kekayaan di Luar Negeri.

“Selain itu mereka yang pola hidupnya konsumtif, orang yang suka “Berpangku Tangan” dan hidup serba instant. Kemudian, mereka yang belum siap”Berdiri di Kaki Sendiri”, dan bentuk lainnya,” cetus Emrus.

Dengan demikian, menurut dia, bahwa terjadinya kelemahan pengelolaan negara, termasuk membengkaknya utang pemerintah, terletak pada krisis integritas pada diri pemimpin yang terdapat di semua bidang dan semua lini.

“Untuk itu, di sisa masa jabatan presiden Jokowi yang kurang dua tahun ke depan, saya mengusulkan kepada Presiden dapat mewujudkan revolusi mental yang dia gelorakan selama ini sehingga semua pejabat publik kerja-kerja dengan tulus dan jujur,” ucap dia.

Bila tidak lanjut dia, krisis integritas pemimpin di republik ini bisa jadi terus “terjaga” ke depan dan boleh jadi “lestari”. (Red/Ris)

 

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*