Home / Headline / Kejagung Pertimbangkan SP3 Kasus Penjualan Tanah Di Bekasi

Kejagung Pertimbangkan SP3 Kasus Penjualan Tanah Di Bekasi

Thursday 12 Apr 2018 , 21:45 WIB

Jakarta – Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Warih Sadono mengaku, saat ini Kejaksaan Agung tengah mempertimbangkan penghentian penyidikan kasus dugaan penjualan tanah negara seluas 4,8 hektar oleh PT. Adhi Karya (BUMN), di Tambun, Bekasi.

“Alasannya, waktu dijual tanah itu ke pengusaha (Hiu Kok Ming) harganya sudah di atas NJOP (nilai jual objek pajak), ” ujarnya,¬†Kamis (12/4/2018).

Namun, dia tidak merinci harga tanah yang dijual kepada pengusaha Hiu Kok Ming. Yang jelas, kata Warih, NJOP harga tanah tersebut sudah diatas harga pasaran.

“Kalau tidak salah NJOP-nya sekitar Rp200 ribuan, saat dijual harganya sekitar Rp300 ribuan. Jadi dimana kerugian negaranya,” tanya Warih.

Warih menambahkan alasan lain penyidik mempertimbangkan penghentian kasus penjualan tanah negara di Jalan Kalimalang Raya, Kelurahan Lembangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, tersebut yakni, obyek hukum tersebut berstatus jalur hijau, sehingg anak usaha PT. Adhi Karya (BUMN) dijual.

“Alasan lain, tanahnya berstatus itu adalah jalur hijau. Jadi, dijual oleh anak usaha PT Adhi Karya (BUMN). Bahwa dia jual kemana itu, sekarang bukan urusan kita. Bahkan katanya mereka berantem. Itu urusan mereka bukan kita ,” tambah Warih. (Jul/Red)

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*