Home / Headline / Kejaksaan Tunggu Berkas Ratna Sarumpaet Dari Polda Metro Jaya

Kejaksaan Tunggu Berkas Ratna Sarumpaet Dari Polda Metro Jaya

Jumat 02 Nov 2018 , 14:24 WIB

Jakarta-Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta masih menunggu berkas kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoax dengan tersangka Ratna Sarumpaet (RS) yang digarap Penyidik Polda Metro Jaya.

“Sampai saat ini Polda Metro Jaya belum menyerahkan tahap satu berkas perkara dengan tersangka RS sampai tanggal ini,” ucap Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati DKI Nirwan Nawawi di kantornya, Jakarta, Jumat (2/11/2018).

Dijelaskan dia, pihaknya sebagai jaksa peneliti dan penuntut selaku penerima hanya menunggu, karena penyidikan domain dari Polda Metro Jaya, karena Jaksa menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Polisi.

“Jadi, tergantung pihak penyidik Polda Metro Jaya yang melakukan penyidikan ini,” ungkap dia.

Tersangka Ratna yang merupakan aktivis senior dan seniman ini ditetapkan tersangka oleh penyidik Polda Metro Jaya pada Kamis 4 Oktober 2018 lalu. Sehari sebelumnya saat hendak pergi ke negara Chile Ratna ditangkap di Bandara Soekarno Hatta.

Kemudian secara marathon Polisi melakukan pemeriksaan terhadap Ratna, setelah pemeriksaan rampung Ratna pun ditahan di rutan Mapolda Metro Jaya.

Setelah itu penyidik menyerahka Surat Perintah Dimulai Penyidikan (SPDP) Ratna ke Jaksa selaku penuntut. Nirwana mengaku pihaknya sudah mempersiapkan 10 Jaksa untuk mengawal kasus ini hingga ke persidangan.

“Kejati sudah mempersiapkan 10 jaksa peneliti atau P19 untuk pemeriksaan berkas RS,” ujar dia.

Kasus hoax Ratna menjadi perhatian publik lantaran menyampaikan kabar tidak benar di tengah dirinya merupakan salah satu tim Juru Kampanye Nasional Capres-Cawapres Nomor 02 Prabowo-Sandiaga Uno. Ratna mengaku bahwa dirinya dianiaya di Bandung, Jawa Barat dengan bukti lebam disekujur wajahnya kepada Prabowo Cs.

Usai mendapatkan pengakuan Ratna, Prabowo langsung menggelar jumpa pers yang menyatakan bahwa pihaknya prihatin dan menyesalkan kejadian  yang menimpa Ratna. Bahkan pengakuan Ratna ramai menjadi perbincangan di media sosial.

Melihat kegaduhan, Polri melakukan langkah-langkah penyelidikan. Selama proses penyelidikan Polri tidak menemukan bukti bahwa Ratna dianiaya oleh orang yang tak dikenal.

Melihat proses penyelidikan, Ratna mulai merasa terpojok, dan yang akhirnya Ratna menggelar jumpa pers. Secara mengejutkan Ratna Sarumpaet mengakui soal penganiayaan itu berita dan informasi palsu atau hoax yang diciptakannya sendiri. Soal lebam diwajahnya merupakan dampak dari tindakan operasi bedah penyedotan lemak. (Edo)

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*