Home / Indeks / Kejar Peserta Pemilu, PKPI Cari Keadilan Tempuh Jalur PTUN

Kejar Peserta Pemilu, PKPI Cari Keadilan Tempuh Jalur PTUN

Saturday 17 Mar 2018 , 20:44 WIB

 

Yogyakarta-Tidak menemukan rasa keadilan saat mengadu ke Bawaslu, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) tidak putus asa dalam mencari keadilan. Partai yang diketuai mantan Kepala BIN, AM Hendropriyono ini melakukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) PKPI DIY Faried Jayen Soepardjan mengatakan gugatan ke PTUN sudah masuk agenda sidang pembacaan tuntutan. Rencananya akan dibacakan pada Senin, 19 Maret 2018 nanti.

Pihaknya berharapan menemukan rasa keadilan dengan dikabulkannya gugatan pada KPU oleh Ketua Majelis Hakim PTUN nanti. Sehingga, partai ini menjadi salah satu peserta Pemilu 2019 nanti.

“Kita optimis bisa menemukan keadilan di PTUN, data-data dan bukti kita kuat, mohon doanya semoga berjalan sesuai harapan,” katanya, Jum’at (16/3/2018).

Informasinya, KPU sendiri tidak meloloskan partai ini karena ada ketidaksingkronan pada data sipol (Sistem Informasi Partai Politik,red) saat verifikasi, beberapa waktu lalu.

PKPI mengadu ke Bawaslu. Begitu juga dengan Partai Bulan Bintang yang sama-sama tidak lolos oleh KPU, mengadu ke Bawaslu. Hanya PBB yang dinyatakan lolos oleh Bawaslu, sehingga menjadi salah satu parpol peserta Pemilu 2019.

“Inti semua masalah pada Sipol, kami punya bukti kuat diperlakukan tidak adil oleh KPU. Itu semua nanti kita ungkap di pengadilan,” tandasnya.

Meski masih berjuang mencari status, namun partai ini tetap melakukan konsolidasi terkait pencalegan. Jayen mengaku tidak ada yang terganggu dengan proses pencalegan dari partai ini.

“Pencalegan tidak ada masalah, kader dari Aceh hingga Papua tetap melakukan persiapan-persiapan, kita bersama-sama dalam berjuang,” jelasnya.

Saat ini, kata Jayen, ada lebih dari 400 legislator baik di tingkat Kabupaten Kota dan Provinsi dari PKPI. Ia mengaku hampir sebagian besar anggota dewan itu berada di luar Jawa.

Terkait target pemenangan juga tidak ada perubahan. Mereka menargetkan memperoleh suara 5,9 persen nasional. Artinya lebih tinggi dari tahun politik 2014 lalu. (Dng)

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*