Home / Headline / Kinerja Sofyan Basir Soal Rekrutmen Jajaran PLN, dan Kapal Sewa Listrik Dipertanyakan

Kinerja Sofyan Basir Soal Rekrutmen Jajaran PLN, dan Kapal Sewa Listrik Dipertanyakan

Wednesday 20 Sep 2017 , 23:10 WIB

 

Jakarta-Ketua Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW) Junisab Akbar menilai kinerja Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir kini tengah disorot publik, salah satunya terkait pola rekrutmen direksi yang berlaku di perusahaan setrum pelat merah ini.

“Kami amati justru figur-figur internal yang kompeten dan berprestasi tidak diapresiasi. Mereka malah ‘dihilangkan’ perannya,” kata Junisab, kepada wartawan, Jakarta, Rabu (20/9/2017).

Dia menjelaskan adanya dugaan pelemahan direksi dengan pergantian personel yang tidak kompeten dan cenderung ‘yes man’ semata, menimbulkan kecurigaan atas perilaku Dirut PLN.

Dia pun menilai ada kejanggalan dalam proyek pengadaan kapal listrik yang disewa pihak PLN atau Marine Vessel Power Plant (MVPP) asal Turki, Karpowership, itu. Meski pihak PLN mengklaim bisa mengatasi kekurangan pasokan listrik untuk sejumlah wilayah.

Disebutkannya bahwa dalam proses pengadaan sewa MVPP, mulai dari jadwal tender dan rencana kerja syarat (RKS) yang kerap berubah, maupun perubahan secara mendadak, nampak sekali dari skema kerjasama yang awalnya Independent Power Producer Project (IPP) menjadi mengontrak alat.

“Apalagi belakangan terkuak vendor PLN untuk pengadaan kapal terseret kasus dugaan korupsi pembelian ruang kantor di Gedung T-Tower oleh Bank BJB, dan dugaan pencucian uang mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq,” ujar dia sembari berharap PLN berubah.

Saat disingung adanya rapat komisaris PLN pada Selasa 19 September 2017, Junisab berharap menjadi titik awal kritik publik mendorong pengawasan cermat atas kinerja Sofyan Basir yang kadung dikesankan kerap melindungi jejaring politik perkawanan akibat rasa ketakutannya diserang dengan isu-isu hukum.

“Semoga jajaran direksi yang masih punya rasa memiliki PLN bisa berkonsolidasi menyikapi kondisi yang tidak baik di PLN saat ini. Direksi harus ‘hidup’, ganti manajemen yang sudah jelang padam (bermasalah), majulah PLN-ku, majulah PLN kita,” ungkapnya.

Junisab pun mempertanyakan personel direksi yang terbukti mampu menuntaskan percepatan pembangunan jaringan transmisi, gardu induk maupun pembangkit, malah digeser ke posisi lain dengan kewenangan dan cakupan kerja jauh lebih kecil.

Karenanya, dia menduga pergantian ‘orang-orang PLN lama’ di jajaran direksi dengan orang-orang baru untuk memuluskan berbagai kepentingan beraroma KKN.

“Makanya kami mendesak komisaris melek mata, hati dan logika untuk menelisik kinerja dia (Sofyan Basir),” jelas Junisab.

Hal itu mengingat, jejak persoalan kapal listrik asal Turki terlihat nyata di Pakistan, Lebanon dan Ghana. Kasus penyewaan dua MVPP oleh Pakistan berujung korupsi sampai kasusnya menjatuhkan Pervaiz Ashraf dari posisi perdana menteri, adapun makelar kapal ditahan. Pemerintah Lebanon juga menemukan izin palsu pekerja kapal yang diduga dibuat oleh perusahaan Turki yang terkait dengan terorisme.

“Dari berbagai hal negatif ini sangat disayangkan jajaran petinggi PLN tidak bisa menyeleksi perusahaan yang terbukti banyak masalah. Malah seperti dibantu agar bisa memenangkan tender,” tandas Junisab. (Edo)

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*