Home / Headline / Korupsi Dana Bansos Rp21 M, Kejagung Dalami Pencekalan Alex Noerdin

Korupsi Dana Bansos Rp21 M, Kejagung Dalami Pencekalan Alex Noerdin

Jumat 28 Sep 2018 , 16:56 WIB

Jakarta-Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan pihaknya masih mendalami untuk menerbitkan pencekalan bepergian ke luar negeri terhadap bekas Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin terkait kasus dugaan korupsi dana hibah dan bantuan sosial (bansos) yang ditaksir kerugian negara mencapai Rp21 miliar.

“Untuk (pencekalan), nah itu justru sekarang sedang di dalami. kita tidak mau buru-buru untuk itu,” ucap dia di Kejagung, Jakarta, Jumat (28/9/2019).

Dijelaskan dia, pencegahan terhadap seseorang itu tergantung pada kepentingan pemeriksaan oleh penyidik. Karena itu dia ogah mengumbar soal pencekalan terhadap Alex Noerdin, dan meminta konfirmasi kepada jaksa penyidik.

“Coba tanya pada penyidik nanti. nanti semuanya kan tidak harus… tapi dapat dilakukan pencegahan, itu tergantung kepentingan (penyidik),” ujar dia.

Sebelumnya Rabu 26 September 2018 kemarin lusa, Alex Noerdin, memenuhi panggilan jaksa penyidik gedung bundar untuk diperiksa dalam kasus dugaan korupsi dana hibah dan bantuan sosial (bansos) Pemerintah Propinsi Sumsel tahun anggaran 2013.

Pemeriksaan terhadap yang bersangkutan, setelah sejumlah alat bukti yang dikumpulkan oleh jaksa penyidik dari putusan Pengadilan Tipikor.

“Ia (Alex Noerdin-red)) kita mintain keterangan dengan apa yang dia ketahui, dengar, lihat, kan ada kerugian negara yang terkonfirmasi di putusan pengadilan Rp 21 miliar,” kata Kasubdit Penyidikan pada Jampidsus Sugeng Rianta secara terpisah.

Dalam putusan pengadilan, kata dia, penyidik menemukan adanya kerugian negara yang nilainya mencapai Rp21 miliar, salah satunya bagi-bagi sepeda motor dana hibah dan bantuan sosial (bansos).

Sebelumnya, Alex Noerdin batal diperiksa pada panggilan pertama dengan alasan keluar negeri dan persiapan pelantikan Pj (Penjabat) Gubernur Sumsel. Pada panggilan kedua dia menjalin pemeriksaan selama 7 jam. Namun dia bungkam soal pemeriksaannya.

“Yang pertama saya jadi pembicara di Inggris, persis tanggal pemanggilan, yang kedua sertijab jadi tidak bisa hadir di sini,” kata caleg dari Partai Golkar usai diperiksa.

Penyidik telah menetapkan dua tersangka dalam perkara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Propinsi Sumsel Laonma Tobing dan mantan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Propinsi Sumsel Ikhwanuddin.

Pada April 2016, Alex Noerdin juga pernah diperiksa di Gedung Bundar Kejagung, sebagai saksi dalam perkara yang sama.

Saat itu, dia ditanyai mengenai kebijakan, prosedur tentang hibah dan bansos Pemprov Sumsel tahun 2009-2014 sejumlah Rp2,1 triliun. (Edo)

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*