Home / Headline / Lagi, Rumah Sakit Tolak Pasien BPJS Kesehatan di Tangsel

Lagi, Rumah Sakit Tolak Pasien BPJS Kesehatan di Tangsel

Sabtu 18 Jun 2016 , 14:16 WIB

Tangerang Selatan – Keluhan pasien terhadap layanan Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial [BPJS] Kesehatan kembali terulang. Sepertinya kasus-kasus demikian tiada habisnya dan lagi hanya menimpa rakyat miskin.Kali ini Wisdarni, pasien pemilik kartu BPJS Kesehatan 000-133-520-3987 mengalami layanan buruk BPJS Kesehatan.

Meski berdasarkan pemeriksaan di Rumah Sakit Ichsan Medical Center [IMC], Jombang, Tangerang Selatan, Wisdarni memerlukan pemeriksaan lanjutannya, nyatanya dia ditolak di RS yang dituju. Keluhan Wisdarni ini bermula pada 14 Juni lalu. Ketika itu, dia merasakan sakit di kepala hingga leher kaku dan tidak dapat digerakkan. Itu karena sakit vertigo yang dideritanya sejak beberapa tahun terakhir.

Pada hari itu Wisdarni dibawa keluarga ke RS IMC daerah Jombang, Bintaro, Tangsel, pada pukul 23.00 WIB.Tiba di RS, Wisdarni dibawa dan ditangani di instalasi gawat darurat. Setelah melalui pemeriksaan, pihak RS menyatakan vertigo Wisdarni memburuk dan perlu pemeriksaan lebih lanjut melalui mesin pemindai [CT-scan] agar bisa memastikan keluhan Wisdarni. Apakah ada saraf yang terganggu.

Selanjutnya RS IMC melalui Dokter Eva pada 17 Juni 2016 merujuk Wisdarni ke poli rumah sakit lain dengan dalih memiliki alat yang lebih lengkap. Namun, dalam surat itu tidak ditulis rumah sakit yang menjadi rujukan. Alasan RS IMC, surat demikian dapat digunakan untuk masuk ke RS manapun yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Berbekal surat rujukan itu, pihak keluarga membawa Wisdarni ke RS Medika BSD. Sesampainya di lokasi, Wisdarni ditolak. Alasannya, bagian poli yang dirujuk RS IMC sudah tutup dan baru buka pada Senin 20 Juni 2016. Setelah ditolak, sore harinya keluarga membawa Wisdarni ke RS Bhineka Bakti Husada, tapi tetap ditolak dengan alasan tidak punya alat.

Pihak RS Bhineka Bakti Husada lantas menyarankan agar Wisdarni dibawa ke RS Fatmawati atau RS Omni Alam Sutera ksrena kedua RS tersebut memiliki fasilitas lengkap dan dapat digunakan pasien BPJS Kesehatan. Keluarga mengikuti saran RS Bhineka Bakti Husada dan membawa Wisdarni ke RS Fatmawati. Perlakuan serupa diterima Wisdarni. Alasannya kamar rawat inap penuh. Bahkan pasien juga mengantre di IGD.Jika bersedia, Wisdarni justru diminta menunggu dengan menggunakan kursi roda hingga waktu tidak bisa dipastikan.

Karena tidak ditangani, keluarga mencoba membawa Wisdarni ke RS Omni Alam Sutera. Sama. RS menolak dengan alasan tidak ada kamar kosong untuk pasien peserta BPJS Kesehatan.Atas kejadian itu, keluarga memutuskan membawa Wisdarni kembali ke RS IMC. Tiba di RS itu pada pukul 22.00 WIB. Celakanya, RS ini juga menolak merawat Wisdarni dengan alasan peserta BPJS Kesehatan hanya mendapat pelayanan pengobatan sekali dalam sebulan. Jika ingin dirawat pasien disuruh membayar dan tidak menggunakan layanan BPJS Kesehatan.

Keluarga protes dan mempertanyakan kebijakan tersebut. Setelah berdebat, alasan RS IMC justru lebih mengada-ada lagi, Wisdarni disebut tidak dalam keadaan darurat. Karena perdebatan itu, RS yang diwakili Dokter Intan dan Bidan Risa menemui keluarga Wisdarni. Mereka menyatakan Wisdarni hanya bisa dirawat menggunakan BPJS Kesehatan hingga hari ini, Sabtu 18 Juni 2016. Setelah itu, Dokter Eva akan menemui keluarga Wisdarni dan menjelaskan mengapa tidak bisa menggunakan layanan BPJS Kesehatan.

Karena itu, hingga siang ini Wisdarni tidak memiliki kepastian untuk mendapatkan hak layanan kesehatan sebagai peserta BPJS. Sementara ini Wisdarni ditempatkan di Kamar Lily Nomor 3 RS IMC. Berdasarkan peristiwa ini, Wisdarni mengeluhkan layanan BPJS Kesehatan yang tiap bulan menarik iuran dari pasien. Baik itu iuran mandiri atau pun yang dibayarkan negara. Tapi, kenyataannya layanan kesehatan tersebut jauh dari harapan dan yang dijanjikan. [kgi]

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*