Home / Headline / Lari Dari Kejahatan Perbankan dan Korupsi, Jaksa Ringkus Buronan Edi dan Deki

Lari Dari Kejahatan Perbankan dan Korupsi, Jaksa Ringkus Buronan Edi dan Deki

Senin 06 Agu 2018 , 16:29 WIB

Jakarta-Tim intelijen Kejaksaan RI meringkus Edi Warman Mantan Pegawai Bank BRI cabang Sungai Penuh, buronan asal Kejaksaan Tinggi Jambi dalam kasus Kejahatan Perbankan.

“Tim Kejati Jambi bekerjasama dengan Tim Intel Kejagung berhasil mengamankan DPO atas nama Edi Warman, status terpidana,” kata kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung, M Rum melalui Direktur Teknologi Informasi Produksi Intelijen pada Jamintel, Yunan Harjaka kepada wartawan, di Jakarta, Senin (6/8/2018).

Kata Rum, terpidana Edi diringkus di Kelurahan Koto Pulai, Kecamatan Kota Tengah, Padang, Sumatera Barat sekitar pukul 07.20 WIB, pagi tadi. Dia diamankan Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 2419 K/Pid.Sus/2013 Tanggal 26 Maret 2014.

“Edi Warman merupakan terpidana yang melanggar Pasal 49 ayat (2) HURUF (B) uuri No 10 Tahun 1998 tentang Perubahan UU RI No 07 Tahun 1992 tentang Perbankan dan menjatuhkan pidana penjara selama 5 tahun dengan denda sebesar Rp.5 milya, subsidair 3 bulan kurungan penjara,” ujar Rum.

Sementara itu, tim Intelijen Kejaksaan Agung bekerjasama dengan Tim Kejaksaan Tinggi Riau dan Tim Kejaksaan Tinggi Bali dibantu oleh Syahbandar Pelabuhan Tanjung Benoa mengamankan Terpidana asal Kejari Pekanbaru bernama Deki Bermana.

“Deki diamankan di Pelabuhan Tanjung Benoa, Denpasar, Bali. Pada, Sabtu, 4 Agustus 2018, sekitar Pukul 11.45 WITA,” sambung dia.

Deki Kelahiran Taluk Kuantan, Riau, 11 Juli 1978 warga Jalan Kampar III No.4 RT.006/RW.003 Kel. Tanjung Rhu Kota Pekanbaru, Riau. Yang berdomisili di Rawa Depok Kel. Rangkapan Jaya Baru, Kec. Pancoran Mas, Depok itu merupakan Karyawan Swasta/Mualim I SPOB Melisa Milik PT. Agni Jaya Kusuma dan mantan Mualim I Kapal MT. Santana milik PT. Pelumin.

Deki menjadi buronan kejaksaan atas status terpidana yang telah berkekuatan hukum tetap berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor : 2621 K/PID.SUS/2015 tanggal 24 Agustus 2016.

“Surat Kepala Kejaksaan Negeri Pekanbaru Nomor : B-01/N.4.10/Dsp.4/01/2018 tanggal 25 Januari 2018 Perihal Bantuan Pencarian/Penangkapan Terpidana atas nama Deki Bermana,” papar Rum.

Dijelaskan dia, terpidana Deki pada Putusan MA Nomor : 2621K/PID.SUS/2015 tanggal 24 Agustus 2016 dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang dalam kasus penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) ilegal senilai Rp 1,3 triliun di Batam.

“Oleh karena itu terpidana dijatuhi hukuman pidana penjara selama 7 tahun dan denda sebesar Rp. 500 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 1 tahun.

Dengan tertangkapnya dua buronan terpidana itu menambah hasil buruan penangkapan tim intelijen dalam program Tabur 31.1, sejak Januari hingga Agustus 2018 Tim Tabur 31.1 sudah berhasil mengamankan 147 DPO.(Edo/Red)

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*