Home / Headline / Mangkir Pemeriksaan Saksi, Jaksa Jebloskan Istri Tersangka Pejabat Pajak Semarang

Mangkir Pemeriksaan Saksi, Jaksa Jebloskan Istri Tersangka Pejabat Pajak Semarang

Rabu 07 Nov 2018 , 13:38 WIB

 

Jakarta-Tim penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung, menangkap tersangka berinisial SFW di Taman Telogomulyo RT.001 RW 007, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah sekira pukul 07.00 WIB pada Selasa 6 Nopember 2018 kemarin.

Penangkapan terhadap SFW terkait dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam kasus yang menyeret suaminya berinisial ‘PAW’, atas dugaan gratifikasi penjualan faktur pajak tahun 2007-2013 yang ditaksir sebesar Rp.4,6 milyar.

“Penangkapan terhadap SFW dilakukan lantaran terhadap yang bersangkutan tak koorporatif saat pemangilan sebagai saksi oleh jaksa penyidik. Penangkapan berdasarkan surat perintah nomor print 03/f.2.1/11/2018 tanggal 2 Nopember 2018 ditandai tangani Direktur Penyidikan Warih Sadono,” kata Kapuspenkum Mukri, Jakarta.

Setibanya di gedung bundar kejagung dengan pesawat Citilink, Tersangka SFW langsung diperiksa tim penyidik Tindak Pidana Khusus. Kini, trsangka SFW sudah dijebloskan ke balik terali besi pada Rutan Salemba, cabang Kejagung.

“Penahanan terhadap bersangkutan berdasarkan surat perintah penahanan Direktur Penyidikan Nomor Print-35/F.2/Fd.1/11/2018 06 November,” ucap Mukri.

Mukri menjelaskan, penetapan tersangka SFW pengembangan perkara tersangka sebelumnya yaitu ‘PAW’. Tersangka SFW adalah istri dari tersangka PAW mantan pejabat Pelayanan Pajak (KPP) Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, yang kini bertugas di KPP Semarang, ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan menerima gratifikasi pengurusan pajak.

Penetapan tersangka PAW setelah jaksa penyidik mengembangkan kasus suap dari tersangka Jajun Juaedi pada Januari 2007 hingga November 2013.

Kasus ini berawal saat Jajun Juaedi pada Januari 2007 hingga November 2013 diduga kuat menerima suap dalam penjualan faktur pajak dari beberapa perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan perantara pihak lain.

Dugaan praktik suap ini memakai modus menggunakan perantara “security” perumahan, tukang jahit, “Office Boy” KPP Madya. Selama kurun waktu itu, para tersangka menerima uang haram dari pemberi suap di sejumlah rekening sebesar Rp14.162.007.605. (Edo)

 

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*