Home / Indeks / Melihat Frame Tiga Pasangan Kandidat Pilgub Untuk Jakarta 2017

Melihat Frame Tiga Pasangan Kandidat Pilgub Untuk Jakarta 2017

Sabtu 24 Sep 2016 , 17:59 WIB

Oleh: Andrianto
PDIP, Golkar, Hanura, dan NasDem mengusung petahana Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot). Sementara Demokrat, PPP, PAN dan PKB memajukan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni (Agus-Sylviana), sedangkan Partai Gerindra dan PKS berkoalisi menggandeng Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Pilkada DKI Jakarta kali ini diprediksi akan berjalan 2 putaran. Syarat menang 50 plus 1 dirasa berat oleh masing-masing pasangan calon. Pada putaran kedua, jika mesin partai berjalan efektif dan tepat sasaran, bisa jadi yang akan bertarung di ronde kedua adalah paslon Ahok-Djarot versus Agus-Sylviana.

Sosok Anies-Sandiaga meskipun lumayan familiar di masyarakat namun sangat berat masuk keputaran kedua. Anies yang mantan jubir tim Jokowi-JK akhirnya ‘di pinang’ Prabowo (Gerindra) dan PKS yang sempat ‘diserang’ oleh Anies saat pilpres 2014. Sebuah perjudian manakala di sandingkan dengan Sandiaga yang mana ceruk pemilihnya relatif sama.

Latarbelakang Sandiaga sebagai pengusaha akan menjadi salah satu ganjalan. Bagi kelas menengah dan kalangan pengusaha cukup mengenal sosok Sandiaga saat berbisnis, dan ini akan menjadi salah satu resisten, belum lagi bisik-bisik banyaknya skandal, salah satunya ‘Panama Papers’ dan lain-lain.

Sementara sosok Agus yang notabene ‘putra SBY ketika diumumkan cukup memberi rasa kejut bagi masyarakat Jakarta. Meskipun majunya Agus sebelumnya memang telah beredar di kalangan terbatas. Efek kejut ini jika dikelola dengan baik bisa terus menggelinding seperti bola salju.
Ingat unsur Surprise ikut menentukan dalam Pilkada.

Sosok Sylviana mungkin kurang awam di mata sebagian masyarakat Jakarta meskipun berlatarbelakang birokrat di Pemprov DKI. Dengan jejaring selama ini Siliviana lebih punya peluang mendulang suara di kalangan PNS beserta jejaringnya ketimbang duet atasannya.
Sylviana diharapkan bisa mendulang suara dari kaum perempuan.

Sedangkan sosok Ahok yang kontroversi, oleh sebagian masyarakat dinilai cukup lumayan untuk menjadi unggulan. Meski makin hari Electibilitasnya menurun as the way of down.

Figur Djarot yang ‘adem ayem’ jika dimaksimalkan oleh PDIP bisa turut menyumbang suara dari basis massa Banteng…Meski kita tahu arus bawah banteng tdk akan poll mengingat Jarot cman no dua akan berbeda kalo kadernya yg menjadi nomor satu, seperti Pilkada 2012 lalu

Masyarakat Jakarta yang mayoritas kaum urban dan berpikiran pragmatis perlu menjadi perhatian penting bagi setiap paslon.

Dengan kata lain Final terjadi Ahok-Jarot vs Agus -Siliviana Murni..Dan kejutannya Warga Jakarta mempunyai Gubernur Baru.

Penulis: Ketua Presidium Pergerakan Aktivis Untuk Reformasi dan Demokrasi

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*