Home / Headline / Merasa 800 Rekening Terblokir Efek Jiwasraya, Kejagung Silahkan Temui Penyidik

Merasa 800 Rekening Terblokir Efek Jiwasraya, Kejagung Silahkan Temui Penyidik

Kamis 13 Feb 2020 , 00:32 WIB

Pitunews-Jaksa penyidik Pidana Khusus membuka ruang bagi perusahaan sekuritas dan asuransi yang rekeningnya terblokir. Setidaknya ada 800 rekening yang di blokir Kejaksaan sebagai efek dalam kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Pesero) yang ditaksir menimbulkan kerugian negara Rp.13,7 triliun.

Jaksa Agung Burhanuddin saat dikonfirmasi mengenai hal itu melalui pesan Whatsapp dirinya mempersilahkan pihak-pihak yang berkepentingan untuk menghampiri penyidik Gedung Bundar tersebut.

“Yang merasa di blokir dan tidak ada hubungannya (diblokir) silahkan tanyakan ke Pidsus tapi kalau ada hubungan dengan perkara ya maaf kita butuh untuk barang bukti,” kata Burhanuddin, Jakarta, Rabu (12/2/2019).

Terkait penyitaan barang bukti yang dilakukan jaksa penyidik Gedung Bundar dia menjelaskan hal itu dilakukan lantaran ada keterkaitan, apabila tidak ada hubungannya dengan perkara tersebut diyakini dibuka, namun dipersilahkan untuk ke jaksa Pidsus.

“Yang disita pasti yang ada hubungan dengan perkara dan tanyakan saja ke pidsus kalau memang tidak ada hubungannya pasti di buka,” ucapnya.

Sementara itu Direktur Penyidikan (Dirdik) pada Jampidsus Febrie Adriansyah mengatakan semua rekening perusahaan yang dikatakan penyidik didasari lantaran ada keterkaitan investasi dari Jiwasraya kepada bebarapa saham tersebut.

“Sekarang penyidik membuka diri siapa yang komplain atau siapa keberatankan bisa datang dan sudah beberapa orang sudah melakukan pemeriksaa,” ujar dia.

Dijelaskan dia, untuk memastikan apakah memang ada yang terblokir atau yang tidak, terkait dari transaksi yang begitu banyak atau memang ada keterkaitan, namun kata dia ini karena sangat teknis yang di blokir itu sifatnya singgel investor identivikation (SID), sehingga melibatkan beberapa rekening yang harus diurut satu persatu yang diblokir pasti ada dasar.

“Tetapi didalam itu ada beberapa rekening yang banyak yang diblokir harus di pisagkan satu persatu dimana transaksi saksi yang terkait langsung di pidana atau memang yang tidak terkait pidana, jadi blokir itu ada beberapa rekrning,” tandas Febrie.

Dalam kasus ini tim jaksa penyidik telah menetapkan 6 orang tersangka yakni Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim, Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Harry Prasetyo, dan Komisaris Utama PT Alama Minerba Heru Hidayat

Kemudian, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan, dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto. (Edo/Red)

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*