Home / Indeks / Pakar Pemulihan Aset Penegak Hukum Lintas Negara Gelar Annual Meeting

Pakar Pemulihan Aset Penegak Hukum Lintas Negara Gelar Annual Meeting

Selasa 06 Nov 2018 , 19:30 WIB

Jakarta-Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (JAM Datun), Loeke Larasati Agoestina membuka secara resmi pertemuan tahunan kelima ARIN-AP Annual General Meeting yang diikuti oleh 20 Negara, berlangsung dari 5-6 November 2018 di Hotel The Anvaya Resort Bali, Tuban Kuta Bali.

Loeke mengatakan bentuk kerjasama yang dikembangkan Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan RI adalah kontak penghubung dalam jejaring informal pemulihan asset ARIN-AP yang memiliki sekretariat permanen di Kejaksaan Agung dan di Seoul Korea Selatan. Serta merupakan perwakilan Indonesia dalam steering group dan keanggotaan ARIN-AP yang dibentuk pada akhir tahun 2013 yang lalu.

“Pertemuan tahunan ini juga memberikan gambaran bagaimana kerjasama informal pemulihan asset dapat berjalan dengan baik melalui jalur ARIN-AP,” kata Loeke.

Lebih lanjut, kata Loeke bentuk kerjasama yang dikembangkan Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan RI adalah kontak penghubung dalam jejaring informal pemulihan asset ARIN-AP yang memiliki sekretariat permanen di Kejaksaan Agung dan di Seoul Korea Selatan.

Selain itu, Kepala Pusat Pemulihan Aset Kejaksaan Agung RI, Diah Srikanti selaku Presidensi ARIN-AP 2018 dan Kepala Sekretariat ARIN-AP Mr. Young Bae Son dari Negara Korea juga memberikan sambutan dalam pembukaan pertemuan Tahunan Kelima (5th ARIN-AP Annual General Meeting).

Acara diawali dengan pertemuan Steering Group dari 7 negara termasuk Indonesia untuk membahas hal-hal terbaru dalam kegiatan jejaring ARIN-AP untuk penentuan presidensi tahun 2019, pendanaan jejaring, pendaftaran anggota observer baru, pengembangan data base dan mekanisme standar dalam pertukaran informasi.

Asset Recovery Inter-Agency Network Asia Pasific (ARIN-AP) merupakan jaringan informal para ahli-praktisi di bidang penelusuran, pembekuan dan penyitaan asset yang berfungsi sebagai kelompok kerja sama dalam semua aspek penanganan hasil kejahatan di kawasan Asia-Pasifik.

ARIN-AP secara resmi diluncurkan pada pertemuan perdana yang diadakan di Seoul pada 19-20 November 2013. Pertemuan tersebut mempertemukan 28 penegak hukum atau lembaga penuntutan dari 21 yurisdiksi di Asia-Pasifik dan 6 organisasi internasional.

Pertemuan itu diikuti 20 Negara, antara lain : Vietnam, Myanmar, Thailand, Australia, Jepang, Mongolia, Laos, New Zealand, Chinese Taipei, Nepal, Korea, Singapura, India, Hongkong, Srilanka, Papua New Guinea, Cambodia, Timor Leste, Vanuatu, Indonesia serta Observer yakni UNODC, CARIN (diwakili Hungary), dan World Bank.(Edo)

 

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*