Home / Ekonomi / Pemkab Bursel Akan Ubah Wajah Kota Menuju The Beautiful City Of Namrole

Pemkab Bursel Akan Ubah Wajah Kota Menuju The Beautiful City Of Namrole

Kamis 07 Jun 2018 , 00:27 WIB

Bursel, Maluku-Pemerintah Daerah Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Maluku akan melakukan terobosan baru untuk mewujudkan pembangun kota nan indah dengan merubah wajah Kota Namrole menuju The Beautiful City Of Namrole.

Untuk mewujudkan proyek itu, Melkior Solissa selaku Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanaahan (DPKPP) Kabupaten Bursel mengelar sosialisasi dan pelatihan dalam proyek perencanaan pembangunan tata ruang kota tersebut.

Bupati Buru Selatan (Bursel) Tagop Sudarsono Soulissa, mengapresiasi dan berterima kasih atas atas terseIenggaranya Proyek Perubahan PIM III dari Saudara Melkior Solisa, S.IP, M.Si yang telah membuat terobosan dan inovasl dalam mengkonsolidasikan perencanaan pembangunan Kota Namrole dari berbagai sektor secara terpadu.

“Semoga hasilnya bisa dijadikan referensl dan rekomendasl yang dapat ditindaklanjuti oleh semua OPD dan stakeholders dalam pelaksanaan pembangunan Kota Namrole yang kita cinta ini secara berkelanjutan,” ucap Tagop di Bursel, Maluku, Rabu (6/6/2018).

Dia menekankan sosialisasi itu berdasarkan Perencanaan Tata Ruang Kota Namrole, Peraturan Bupati Bursel dan Pelatihan Penggunaan Aplikasi Pengendalian Perumahan dan Belanja Tanah Daerah guna mewujudkan Kota Namrole yang indah atau The Beautiful City Of Namrole.

Tagop menjelaskan jika mencermati kondisi faktual pembangunan Kota Namrole sebagai miniatur pusat Ibukota Pemerintahan Kabupaten Bursel ternyata dalam perkembangannya belum memiliki kekhasan atau karakter dari jati diri sesungguhnya dengan konsep secara komprehensip dan terpadu.

“Dimana masih rendahnya kapasitas sarana dan prasarana infrastruktur kota untuk menunjang kelancaran aktifitas masyarakat. Selain itu masih rendahnya kualitas kebersihan dan kesehatan Iingkungan,” ucapnya.

Tagop, mengakui bahwa pembangunan di daerahnya itu belum sepenuhnya disadari masyarakat, baik dalam tertib penataan maupun pemanfaatan ruang sesuai perencanaan tata ruang yang telah ditetapkan pemerintah.

“Seperti halnya pembangunan sarana prasarana jalan, drainese perkotaan serta sistem persampahan yang belum sepenuhnya memadai. Ditambah pembangunan kawasan perkotaan belum secara optimal memperhatikan kearifan lokal ‘Local Wisdom’ yang dapat mengangkat nilai-nilai budaya masyarakat Bursel,” ungkapnya.

Karenanya dia berharap dengan kegiatan sosialisasi ini sebagai terobosan baru untuk mejawab problematika pembangunan Kota Namrole secara komprehensif dan terpadu melalui penyusunan dokumen-dukumen perencanaan tata ruang, dokumen perencanaan pembangunan sarana prasarana infrastruktur kota, serta penyusunan aplikasi, yang semuanya perlu dilakukan konsolidasi stakeholder melalui Pokja Pengendalian Pembangunan Perumahan.

“Ini merupakan sebuah terobosan yang dapat ditindaklanjuti dalam pembangunan Kota Namrole secara berkelanjutan, subtainable development,” ujar Tagop.

Lanjut dia untuk tercapainya pembangunan Kota Namrole itu harus diikuti sesuai karakter jati diri, bermitigasi bencana, sehat, sejuk dengan The Green City-nya, dan tentunya sesuai kearifan Lokal masyarakat Bursel yakni jiwai semangat ‘Kai Wait’ atau persaudaraan.

Kata dia, untuk mewujudkan itu semua bagi kehidupan masyarakat Kota yang sehat baik jasmani maupun rohani, perlu adanya dukungan dari semua pihak khususnya masyarakat Bursel.

“Dengan terobosan ini, saya yakin dapat membawa perubahan dan menjadikan suasana kota namrole yang sejuk serta dapat menciptakan kota namrole sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh warga saat melakukan aktifitasnya,” tutup Bupati dua periode tersebut. (Red)

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*