Home / Headline / Program Tabur 31.1 Kejaksaan Sepanjang Satu Semester Tangkap 130 Buronan

Program Tabur 31.1 Kejaksaan Sepanjang Satu Semester Tangkap 130 Buronan

Senin 16 Jul 2018 , 17:50 WIB

Jakarta-Program Tangkap Buronan (Tabur) 31.1 dibawah komando Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung Jan S. Maringka bahwa jajaran Kejaksaan sepanjang Januari sampai 12 Juli 2018 kejaksaan telah menangkap 130 buronan baik perkara tindak pidana khusus maupun tindak pidana umum.

“Meski melebihi target, kami akan terus memburu para buronan itu,” kata Direktur Teknologi Informasi Produksi Jamintel Yunan Harjaka di Jakarta, Senin (16/7/2018).

Dia mengatakan program Tabur 31.1 merupakan program 31 kejaksaan tinggi di seluruh Indonesia, yang setiap bulannya harus menangkap satu buronan. Karena dari data kinerja Tabur 31.1 Kejaksaan di seluruh Indonesia jumlah buronan pelaku kejahatan itu sebanyak 395 orang.

“Saat ini saja, kami sudah menangkap 130 buronan, sisanya akan terus dicari,” ujar dia

Jumlah buronan pelaku kejahatan yang tertinggi berada di Kejati Riau dengan 54 buronan dan yang berhasil ditangkap sebanyak 14 buronan.

Kemudian Kejati Jawa Barat dengan 44 buronan dan ditangkap sebanyak 11 orang, Sumatera Utara 30 buronan dan ditangkap sebanyak 14 orang, Kejati Jambi 20 buronan dan 16 orang yang ditangkap, serta DKI Jakarta 37 orang dinyatakan buron dan 7 orang ditangkap.

Sementara, Kejati Sulawesi Selatan dengan 23 buron dan 7 ditangkap, Kalimantan Barat 14 buron dan 4 orang ditangkap, serta Kejati Jawa Tengah 13 buron dan 7 ditangkap.

Jaksa Agung HM Prasetyo dalam hal ini menegaskan tidak ada tempat yang aman bagi buron korupsi untuk bersembunyi dan pihaknya akan terus memburunya.

“Kita akan cari terus, kita berikan pesan pada mereka bahwa tidak ada tempat yang aman bagi para buron ini. Mereka tidak akan tidur nyenyak,” tegas Prasetyo pada Jumat 13 Juli 2018 pekan lalu.

Karenanya dia perintahkan jajarannya untuk terus mengawal hingga putusan pengadilan sampai telah berkekuatan hukum tetap atau inkrach. Selain itu mengejar pembayaran uang denda dan uang pengganti, hal itu untuk memaksimalkan pemulihan atas kerugian negara.

“Suka atau tidak, mau atau tidak, mereka harus bayar kalau tidak kita sita barangnya, kita bisa minta diganti dengan hukuman kurungan pengganti tinggal pilih saja,” tandas dia. (Red/Edo).

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*