Home / Headline / Putusan Sela Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Kondensat Raden Priyono cs

Putusan Sela Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Kondensat Raden Priyono cs

Senin 09 Mar 2020 , 23:00 WIB

Jakarta-Majelis Hakim menolak eksepsi terdakwa Raden Priyono dan Djoko Harsono pada perkara dugaan korupsi minyak mentah (Kondensat) BP Migas dengan PT Trans Petrochemchal Indotama (TPPI), di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta, Senin (9/3/2020).

Majelis Hakim yang diketuai Rosmina saat membacakan putusan sela, menerima dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan menolak seluruh eksepsi yang diajukan oleh kuasa hukum kedua terdakwa dalam kasus kondensat BP Migas-TPPI sudah masuk pada pokok perkara.

“Mengadili, Satu, menolak keberatan terdakwa satu dan Terdakwa dua serta kuasa hukum para terdakwa seluruhnya,” ucap Hakim Rosmina.

Kedua, kata dia menyatakan surat dakwan JPU sah menurut hukum sebagai dasar pemeriksaan perkara No.7/Pidsus/01/2020/PN.Jkt.Pst.

“Ketiga, memerintahkan Jaksa Penuntut Umum untuk melanjutkan pemeriksaan para saksi dalam persidangan perkara No.7/Pidsus/01/2020/PN.Jkt.Pst, serta menangguhkan biaya perkara pada putusan akhir.”

Usai persidangan, tim penasehat hukum mantan Kepala BP Migas, Raden Priyono, Tumpal H. Hutabarat mengatakan pihaknya menghormati putusan sela dari Majelis hakim tersebut. Meski demikian, pihaknya membeberkan bukti-bukti bahwa kasus tersebut bukan tindak pidana korupsi.

“Penasehat hukum terdakwa siap membuktikan kasus tersebut bukan tindak pidana korupsi. Karena tindakan yang dilakukan BP Migas, hanya melaksanakan kebijakan pemerintah,” ujarnya.

Tumpal juga menyatakan, bahwa kebijakan pemerintah itu merupakan tindakan administrasi, bukan tindak pidana korupsi. Karena tidak ada kerugian negara dalam penunjukan TPPI.

“Kebijakan pemerintah tersebut merupakan tindakan administrasi/ beleid pemerintah (hukum administrasi negara) bukan tindak pidana korupsi. Serta tidak ada kerugian negara dalam penunjukan TPPI sebagaimana yang dimaksud dalam dakwaan oleh jaksa penuntut umum tersebut,” terangnya

Sidang akan dilanjutkan kembali pada Senin, 16 Maret 2020, dengan agenda pemeriksaan para saksi yang akan dihadirkan oleh tim jaksa dari Kejaksaan Agung RI, yang diwakili oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, begitu juga untuk sidang In Absentia dengan terdakwa Honggo Wendratno akan di laksanakan pada hari dan dengan agenda sidang yang sama. (Edo/Red)

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*