Home / Headline / Rekonstruksi Penyiraman Air Keras Novel Baswedan Digelar Tertutup

Rekonstruksi Penyiraman Air Keras Novel Baswedan Digelar Tertutup

Jumat 07 Feb 2020 , 07:32 WIB
Novel Baswedan usai rekosnstruksi berlangsung di sekitar rumahnya (07/02/2020).

Jakarta, Pitunews — Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Rekonstruksi berlangsung di Jalan Deposito T8, RT 03 RW 10, Kelapa Gading, Jakarta Utara, dan dimulai sekitar pukul 03.15 WIB, Jumat (07/02/2020) dini hari. Beberapa polisi bersenjata laras panjang disebar untuk mensterilkan lokasi tempat kejadian perkara.

Rekonstruksi berlangsung tertutup, karena petugas melarang awak media mendekat ke lokasi dan dibatasi menjauh dengan jarak sekitar 50 hingga 100 meter. “Rekan-rekan media, karena ini area akan digunakan untuk rekon, dimohon agak menjauh yaa,” ungkap salah satu penyidik Polda Metro Jaya di lokasi, Jumat dini hari.

Selain itu, Novel yang diketahui tak bisa hadir diduga digantikan oleh orang lain. Pasalnya, ada seorang pria yang terlihat dari kejauhan menggunakan gamis warna coklat lengkap dengan peci.

Rekonstruksi baru selesai sekitar pukul 06.15 WIB, dan Novel terlihat berada di depan rumahnya. Dia mengaku tidak bisa mengikuti rekonstruksi karena baru pulang menjalani pengobatan dari Singapura. “Mata kiri saya permanen enggak bisa lihat lagi,” papar Novel.

Penyidik senior KPK ini pun mempertanyakan mengapa rekonstruksi dilakukan secara tertutup. Novel pun menyesalkan hal ini. “Kenapa rekonstruksinya tertutup? Ya kan wartawan tanya dong,” sesal Novel.

Sebagaimana diketahui, penyidik senior KPK Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tidak dikenal usai menunaikan salat subuh di masjid dekat rumahnya pada 11 April 2017 lalu. Penyiraman ini membuat kedua mata Novel terluka parah.

Setelah hampir dua tahun tak terselesaikan, polisi pada akhir 2019 menangkap dua orang tersangka penyerangan, pelaku diduga merupakan anggota Brimob. Keduanya yakni Ronny Bugis, dan Rahmat Kadir Mahulette.

Ronny diduga merupakan orang yang menyiram air keras ke wajah Novel. Sedangkan, Rahmat diduga sebagai pelaku yang mengendarai motor. Bahkan, salah satu tersangka penyerangan Novel Baswedan, Ronny Bugis pernah melupakan emosinya di hadapan awak media. Dia menyebut Novel merupakan pengkhianat.

“Tolong dicatat, saya tidak suka dengan Novel karena dia penghianat,” teriak RB saat keluar dari Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu. (Dwi)

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*