Home / Indeks / Selamatkan Uang Negara, TP4D Kejati DKI Kawal Proyek Rp13 T

Selamatkan Uang Negara, TP4D Kejati DKI Kawal Proyek Rp13 T

Jumat 06 Jan 2017 , 13:57 WIB

Jakarta-Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D)  Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, mengawal sejumlah proyek strategis yang dilakukan perusahaan BUMN  dengan nilai  anggar mencapai  Rp 13 trilun.

Dalam refleksi satu tahun 2016, diantara perusahaan tersebut adalah Gelora Bung Karno (GBK), Wisma Atlet, Tanggul Pantai Fase A NCICD aliran Timur  dan Barat dan  jalan layang Kapten Tendean-Blok M-Cileduk.

“Pelaksanaan kinerja Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejati DKI Jakarta sebagai langkah preventif dalam mencegah tindak pidana korupsi, telah berhasil mengawal dan mengamankan kegiatan yang dilakukan oleh beberapa Dinas pada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan nilai anggaran yang berhasil dilakukan pengawalan dan pengamanan mencapai Rp.13 triliun,” kata Wakil Kepala Kejari DKI Mashudi dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (6/1/2017)

Sedangkan keuangan negara yang berhasil diselamatkan dalam penyelesaian perkara korupsi kata dia, eksekusi harta terpidana Thamrin Tanjung berupa Hak Konsesi atas satu Unit Jalan Tol Pondok Pinang-Jagorawi JORR “S” dan hasil pengoperasiannya sejumlah Rp. 1.112.606.718.513,00.

“Selain itu, Kejati DKI Jakarta berhasil melakukan leksekusi terpidana Samadikun Hartono dan pemenuhan pembayaran uang pengganti yang telah berhasil dilakukan sebesar Rp. 21 milyar, dari total uang pengganti sebesar Rp. 169.472.986.461,54,” ungkap dia.

Dia menegaskan sepanjang tahun 2016, pihaknya juga sudah menangani sejumlah perkara pidana, baik pidana umum maupun pidana khusus, meski diakuinya masih ada penanganan perkara korupsi yang tertunggak.

Adapun jumlah perkara ditingkat penyelidikan sebanyak 20 perkara, penyidikan sebanyak 25 perkara, penuntutan sebanyak 84 perkara dan proses Eksekusi sebanyak 76 perkara.

“Upaya penyelamatan keuangan Negara yang dapat tergambar dari beberapa eksekusi perkara korupsi yang pelaksanaannya dilakukan dengan koordinasi Jaksa Agung dan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus,” ungkap dia

Mashudi menekankan, pihaknya dalam mengoptimalkan kinerja pemberantasan korupsi dengan melakukan Crash Program yang tujuannya untuk menyelesaikan tunggakan perkara yang ada.

“seperti ditingkat penyelidikan dari 52 perkara, diselesaikan 46 perkara dengan tingkat keberhasilan 85 %. Sedangkan di tingkat penyeidikan dari 101 perkara, diselesaikan 94 perkara tingkat keberhasilan 93 %. Untuk, tunggakan eksekusi dari 126 perkara, yang sudah diselesaikan 101 perkara dengan tingkat keberhasilan 80 persen,” papar dia.

Sementara, untuk kasus Narkotika, Kejati DKI Jakarta telah mengeksekusi 3 terpidana mati kasus narkotika, mereka adalah Humprey Ejike alalias Doctors, Warga Negara Nigeria. Fredi Budiman alias Budi bin H Nanang Hidayat, Warga Negara Indonesia dan Seck Osmane warga negara Senegal.

Terkait dengan pembangunan budaya hukum, Mashudi mengatakan pihaknya melaksanakn program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di sekolah-sekolah dan Perguruan Tinggi. Tujuannya untuk menciptakan generasi  muda  penerus cita-cita bangsa  yang sadar hukum. (Edo/Red)

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*