Home / Indeks / Tukang Bubur Beri Beasiswa Balasan ke Australia

Tukang Bubur Beri Beasiswa Balasan ke Australia

Rabu 06 Mei 2015 , 14:39 WIB

Jakarta-Untuk menghormati kebaikan dari ACU (Australia Catholic University) yang telah menawarkan beasiswa “Andrew Chan dan Myuran Sukumaran”  bagi mahasiswa Indonesia, yang ingin berkuliah di Australia,  Eka Anang, 40, tukang bubur di Apartemen Kalibata City, berniat memberikan beasiswa balasan kepada pelajar Australia, yang ingin menempuh pendidikan di perguruan tinggi manapun di Indonesia. Beasiswa diberikan penuh bagi pelajar Australia tersebut, asalkan dia mau mengambil jurusan yang berhubungan dengan Hak Asasi Manusia (HAM).

“Saya sengaja memberikan beasiswa itu, agar nantinya pelajar Australia itu dapat menjadi pelopor penegakan HAM di Australia,” kata Eka saat ditemui di kios buburnya, kawasan Kalibata, Jakarta, Rabu (6/5/2015).

Dia menambahkan, agar dapat memperoleh beasiswa, pelajar tersebut harus mengikuti prosedur penerimaan di perguruan tinggi yang bersangkutan. “Dan harus membuat essay tentang kajian perlindungan HAM Suku Aborigin selaku warga asli Benua Australia,” ujar Eka.

Ditambahkannya, selain memberikan beasiswa, pihaknya juga memberikan kesempatan pada warga negara Indonesia yang mau menyumbangkan koin untuk membantu para pelajar Australia yang ingin belajar HAM.

Pemberian beasiswa kepada pelajar Australia tersebut tampaknya menyindir keinginan Australia yang akan memberikan beasiswa atas nama Duo Bali Nine (Andrew Chan dan Myuran Sukumaran) bagi mahasiswa Indonesia yang akan kuliah di Australia. Adalah kampus Australia Catholic University (ACU) yang akan memberikan beasiswa “Andrew Chan dan Myuran Sukumaran” bagi pelajar Indonesia yang akan kuliah di Australia.

Beasiswa penuh tersebut, dapat dimanfaatkan para pelajar Indonesia hingga lulus kuliah. Seperti diketahui Andrew Chan dan Myuran Sukumaran adalah terpidana mati asal Australia, yang dihukum mati karena menyelundupkan lebih dari 8 kg heroin dari Indonesia ke Australia. Kedua warga negara Australia tersebut dieksekusi mati di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu, 29 April lalu.

Redaktur : Edward Gabe

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*