Home / Headline / Ulum Sebut Dana Hibah KONI Mengalir Rp7 M Ke Kejagung, Adi Toegarisman: Fitnah

Ulum Sebut Dana Hibah KONI Mengalir Rp7 M Ke Kejagung, Adi Toegarisman: Fitnah

Selasa 19 Mei 2020 , 19:08 WIB

Jakarta-Mantan Jampidsus Adi Toegarisman mengatakan tudingan yang dialamatkannya merupakan perbuatan keji dan fitnah ditengah bulan suci Ramadhan ini. Menyusul ucapan Miftahul Ulum saat menjadi saksi untuk terdakwa bekas Menpora Imam Nahrawi di Pengadilan Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat, 15 Mei 2020, yang menyebut ada dana ‘pengamanan’ Rp 7 miliar mengalir ke pejabat Kejaksaan Agung saat penanganan kasus dugaan korupsi dana hibah KONI.

“Itu tudinganan yang sangat keji terhadap saya, fitnah. Ini bulan Ramadhan, demi Allah tidak ada itu seperti yang dituduhkan ke saya,” ujar Adi di Jakarta, Senin (18/5/2020).

Bahkan kata dia terkait dana entertaimen yang diungakpkan Ulum, mantan Kapuspenkum Kejagung itu pun menepisnya, bahkan pihaknya tidak pernah ikut terlibat dalam kegiatan atau acara di Kemenpora dan KONI.

“Boleh dicek, tidak pernah saya ikut kegiatan yang diadakan Kemenpora dan KONI,” ucap dia.

Adi menepis sejak perkara itu di tangani jajarannya ketika masih menjabat, tak seorangpun menemui dirinya, khusus membahas penanangan kasus Hibah KONI di Kejaksaan Agung. Tudingan uang sebesar Rp 7 miliar itu ujaran fitnah yang tidak berdasar.

“Saya juga tidak tahu nama-nama yang disebut (Ulum), ada Ferry, Jusuf , Yunus, kenal saja tidak apa lagi bertemu,” jelasnya.

Sebabnya, Adi yang pernah menjabat sebagai Kepala Kejati DKI itu mendorong intansi Kejaksaan Agung sebagai tempat yang pernah dirinya bertugas agar dapat mengungkap motif dan tujuan dibalik pernyataan tersebut.

“Saya mendorong Kejagung ungka motif dari fitnah ini,” tandasnya.

Sebelumnya Kejaksaan Agung melalui Kapuspenkum Heri Setiyono mengatakan keterangan Ulum tidak jelas karena tidak membuktikan adanya penyerahan uang Rp. 7 milyar kepada Kejaksaan Agung yaitu siapa yang menyerahkan dan siapa yg menerima.

“Sehingga keterangan Ulum yang hanya menduga bahwa pak Adi Toegarisman menerima uang Rp. 7 milyar tidak ada bukti pendukungnya,” tutur Heri kepada wartawan, Minggu 17 Mei 2020.

Heri menambahkan dari keterangan yang digali tim jaksa gedung bundar terhadap pihak-pihak terkait, diketahui masih sebatas informasi sementara dan tidak menemukan bukti-bukti yang menguatkan nama eks Jampidsus Adi Toegarisman tersebut.

“Tim Penyelidik sudah meminta keterangan pihak-pihak terkait dan tidak menemukan bukti-bukti adanya tindak pidana, keterangan yang didapatkan dari pihak-pihak terkait hanya “katanya” atau (testimonium de auditu),” tandas Heri.

loading...

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang ditandai harus diisi *

*